Ia juga menilai kepemimpinan Prabowo sebagai faktor penting dalam situasi krisis global.
“Dia pria yang tangguh. Dan kami mengatakan itu dengan penuh rasa hormat. Kita membutuhkan kekuatan. Dia tangguh dan dia cerdas. Dan kecerdasan itu bahkan lebih penting,” kata Trump.
Sebelumnya, dalam Sidang Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 23 September 2025, Prabowo menyatakan Indonesia siap berkontribusi lebih besar dalam misi perdamaian.
“Indonesia siap untuk mengerahkan 20.000 atau bahkan lebih putra-putri kami untuk membantu mengamankan perdamaian di Gaza,” kata Prabowo saat itu.
Ia juga menegaskan pengakuan terhadap negara Palestina sebagai langkah penting menghentikan krisis kemanusiaan.
“Pengakuan terhadap negara Palestina adalah langkah yang tepat, di sisi sejarah yang benar,” tegasnya.
Partisipasi Indonesia dalam Board of Peace menandai fase baru diplomasi Jakarta dalam isu Palestina, dengan fokus pada stabilisasi dan perdamaian berkelanjutan di Gaza.***





