Fatayat NU Ultimatum Polri: Kadernya Dibunuh Secara Sadis di Lampung Timur

Fatayat NU meminta Polri untuk mengusut pembunuhan terhadap kadernya di Lampung Timur. Foto:NU

Risti juga menekankan pentingnya pendampingan intens oleh lembaga konsultasi untuk pemberdayaan perlindungan perempuan dan anak kepada keluarga korban. Hingga kini, polisi belum berhasil mengungkap dalang di balik kasus pembunuhan sadis ini.

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Umi Fadilah Astutik, mengungkapkan bahwa kepolisian setempat masih melakukan penyelidikan dan mengumpulkan bukti-bukti. “Hingga saat ini saksi yang telah memberi keterangan sebanyak 19 orang,” ujarnya.

Ketua Fatayat NU Lampung, Wirdayati, menyatakan pihaknya terus mengawal kasus ini agar segera terungkap. Riyas dikenal sebagai sosok perempuan tangguh dan penggerak ekonomi keluarga. Kematian Riyas yang dibunuh secara keji membuat banyak orang berduka dan merasa kehilangan.

Bacaan Lainnya

Wirdayati juga mengungkapkan bahwa dari keterangan keluarga, terdapat luka lebam pada tubuh Riyas, terutama di bagian wajah, yang mengindikasikan bahwa korban dibunuh menggunakan benda tumpul. Namun, hasil autopsi dari kepolisian masih ditunggu. Selain itu, gawai serta tas berisi uang dan kartu ATM milik korban juga raib.

“Apa pun motifnya, kasus pembunuhan ini sangat sadis dan keji. Kami berharap polisi dapat segera melacak keberadaan telepon genggam milik korban yang bisa menjadi petunjuk dalam kasus ini,” kata Wirdayati.*

Pos terkait