Enam Poros Berebut Tampuk Kepemimpinan NU di Muktamar ke-35

Ilustrasi Muktamar NU. Menjelang Muktamar ke-35 NU, enam poros kekuatan mulai memetakan strategi. ISTIMEWA

Kubu petahana Gus Yahya diprediksi mengantongi sekitar 100 suara atau 20 persen dari total pemilih. Sementara itu, terdapat 70 hingga 80 suara mengambang yang berpotensi menjadi penentu hasil akhir.

Jika jaringan PKB-PMII berhasil berkoalisi dengan jaringan Kementerian Agama, gabungan suara bisa melampaui 400. Gus Lilur menilai skenario itu bisa bersifat menentukan. “Jika figur-figur seperti Muhaimin Iskandar, Nusron Wahid, dan Nazaruddin Umar benar-benar berpadu dalam satu konfigurasi, maka tidak berlebihan jika dikatakan bahwa Muktamar NU sudah ‘selesai sebelum dimulai’,” kata Gus Lilur dalam keterangan tertulisnya, Rabu (29/4/2026).

Namun realitas lapangan tak selalu linier dengan hitungan angka. Ego figur dan tarikan kepentingan antarjaringan kerap menghambat konsolidasi, membuka peluang munculnya poros tandingan di detik-detik terakhir.

Bacaan Lainnya

Muktamar ke-35 NU pada akhirnya menjadi penentu arah organisasi Islam terbesar di dunia ini — antara mempertahankan tradisi kiai, mendorong modernisasi, hingga menjaga jarak ideal dengan kekuasaan.***

Pos terkait