Rifki Renaldi menjadi korban keempat pada 26 Juni dini hari, setelah menjalani perawatan intensif di ICU RSAU dr. Esnawan Antariksa akibat keluhan sesak napas yang muncul saat pendidikan.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menegaskan seluruh korban telah melewati pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan memenuhi syarat sebelum mengikuti latsarmil.
“Termasuk pemeriksaan kesehatan, dan dinyatakan memenuhi persyaratan untuk mengikuti pendidikan,” kata Rico dalam siaran pers, Jumat (26/6/2026).
Istana: Belum Ada Kelalaian, Evaluasi Segera Dilakukan
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan pemerintah belum menemukan indikasi kelalaian dalam penyelenggaraan pelatihan ini.
“Sejauh ini belum ada indikasi kelalaian. Baru hari pertama dan hari kedua, masih perlu didalami,” kata Prasetyo di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (26/6/2026).
Pemerintah menjanjikan evaluasi menyeluruh mencakup penguatan proses seleksi kesehatan, deteksi dini kondisi medis peserta, dan peningkatan pengawasan tenaga kesehatan selama pendidikan berlangsung.
Kematian keempat peserta SPPI terjadi di tengah gelombang demonstrasi nasional bertajuk #IndonesiaSekarat yang antara lain menuntut penghentian program Koperasi Desa Merah Putih — program yang justru menjadi latar rekrutmen para korban.***





