PSSI terus berbenah demi mewujudkan mimpi lolos ke Piala Dunia 2026. Setelah proses naturalisasi Ole Romeny rampung, kini giliran Emil Audero Mulyadi yang dipastikan segera memperkuat Timnas Indonesia.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengonfirmasi bahwa proses naturalisasi kiper berdarah Indonesia-Italia itu akan dimulai pekan depan. Emil yang lahir di Mataram, Nusa Tenggara Barat, memang sudah lama dikaitkan dengan tim Garuda, mengingat ayahnya, Edy Mulyadi, asli Indonesia.
“Kiper utama kita, Maarten Paes, memang luar biasa. Tapi dalam sepak bola, risiko cedera selalu ada. Karena itu, kita pilih Emil Audero yang sudah kaya pengalaman di Liga Italia,” kata Erick dalam konferensi pers kepada wartawan di Jakarta, Sabtu, 22 Februari 2025.
Emil sendiri memulai karier di akademi Juventus sebelum dipinjamkan ke Venezia dan Sampdoria. Setelah sempat dipermanenkan Sampdoria, ia dipinjamkan ke Inter Milan dan kini bergabung dengan Palermo di Serie B.
Selain Emil, dua pemain lain yang akan menjalani proses naturalisasi adalah Dean James dan Joey Pelupessy. Dean, yang membela Go Ahead Eagles di Belanda, memiliki kakek asal Semarang dan ibu dari Surabaya. Sementara Joey adalah gelandang berpengalaman yang terakhir bermain di Liga Belgia dan pernah menjadi kapten di klub lamanya.
“Kita butuh lima pemain tengah. Tadinya ada Jairo Riedewald, tapi surat-suratnya belum kuat. Akhirnya kita pilih Joey Pelupessy yang secara pengalaman bisa langsung nyetel dengan tim,” jelas Erick.
Ketiga pemain ini diharapkan bisa memperkuat skuad Garuda saat menghadapi Australia pada 20 Maret mendatang. Erick menegaskan bahwa semua proses naturalisasi sudah melalui diskusi dengan pelatih dan Badan Tim Nasional (BTN).
“Kita semua transparan. Ini tanggung jawab moral, apalagi sudah dapat dukungan pemerintah dan masyarakat. Jangan sampai disalahgunakan,” tegas Erick.
Dengan tambahan amunisi baru ini, harapan Timnas Indonesia untuk melangkah lebih jauh di kualifikasi Piala Dunia 2026 kian terbuka. Emil Audero dan kawan-kawan siap mengibarkan bendera Merah Putih di pentas dunia.





