Kekeringan Bisa Picu Masalah Kesehatan
Ancaman kekeringan tidak hanya berkaitan dengan berkurangnya ketersediaan air. Ketika sumber air semakin dalam, akses masyarakat terhadap air bersih juga dapat terganggu.
Aditya mencontohkan sumber air yang sebelumnya dapat ditemukan pada kedalaman sekitar satu meter dapat turun hingga 10 meter saat kekeringan. Kondisi tersebut berpotensi menurunkan tingkat higienitas masyarakat dan meningkatkan risiko munculnya penyakit.
Durasi kekeringan juga dapat dipengaruhi perubahan iklim serta pola konsumsi masyarakat yang belum ramah lingkungan.
Karena itu, mitigasi El Nino membutuhkan sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Pemerintah perlu menjaga sumber-sumber air potensial, sementara masyarakat harus ikut menjaga lingkungan dan menggunakan air secara bijak.
Kurangi Over Consumption
Aditya juga mendorong masyarakat menerapkan pola konsumsi yang lebih ramah lingkungan atau green consumption.
Menurutnya, penggunaan sumber daya perlu disesuaikan dengan kebutuhan sehingga tekanan terhadap lingkungan dapat dikurangi.
“Kita harus mulai berbicara terkait dengan green consumption, jangan terlalu over consumption. Kita harus menata kebutuhan sesuai dengan apa yang benar-benar kita butuhkan,” pungkasnya.
Dengan pendekatan tersebut, menghadapi El Nino tidak cukup hanya menunggu bantuan ketika kekeringan terjadi. Cadangan air, penghematan, pemanenan air hujan, dan kesiapan menghadapi bencana perlu dibangun sebelum krisis air benar-benar datang.***





