PPIH Embarkasi Surabaya mencatat dua jemaah asal Pasuruan dan Malang ditunda keberangkatannya akibat gangguan kesehatan. Total 6.075 jemaah dan petugas telah diterbangkan ke Tanah Suci.
Penyelenggaraan operasional pemberangkatan jemaah haji pada Embarkasi Surabaya mencatat dua orang menunda keberangkatan akibat kondisi kesehatan. Keduanya berasal dari Kabupaten Pasuruan dan Kota Malang.
Ketua PPIH Embarkasi Surabaya Mohammad As’adul Anam menyampaikan, kedua jemaah tersebut saat ini masih berada di embarkasi untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut di rumah sakit. “Mereka masih ditunda keberangkatannya karena kondisi kesehatannya. Mudah-mudahan kondisinya cepat pulih,” ujarnya, Senin (27/4/2026) .
Hingga 26 April 2026, berdasarkan laporan resmi PPIH Embarkasi Surabaya, sebanyak 6.075 jemaah dan petugas telah diberangkatkan ke Tanah Suci. Jumlah itu setara 14 persen dari total rencana pemberangkatan tahun ini yang mencapai 43.977 orang .
Progres Keberangkatan per Kloter
Total rencana pemberangkatan jemaah haji Embarkasi Surabaya pada musim haji tahun ini sebanyak 43.977 orang, terdiri atas 43.513 jemaah dan 464 petugas yang terbagi dalam 116 kelompok terbang .
Secara kumulatif hingga 25 April 2026, jumlah jemaah yang telah diberangkatkan sebanyak 5.315 orang dalam 14 kloter. Pada 26 April 2026, terdapat tambahan keberangkatan 760 orang dari 4 kloter, yaitu Kloter 15 dan Kloter 16 masing-masing sebanyak 380 orang .
Berdasarkan data jenis kelamin, jemaah yang telah diberangkatkan terdiri atas 2.921 laki-laki dan 3.154 perempuan. Dalam pelaksanaan operasional, tercatat 5 kursi kosong yang disebabkan oleh jemaah sakit 2 orang, tunda keberangkatan 1 orang, serta 2 kursi lainnya karena alasan teknis .
“Alhamdulillah, hingga hari ini operasional pemberangkatan jemaah haji berjalan lancar dan tepat waktu. Kami terus memastikan setiap tahapan pelayanan dilaksanakan secara optimal demi kenyamanan dan keselamatan jemaah,” ujar Anam .
Pemerintah berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh jemaah haji Indonesia. Sementara itu, tidak terdapat laporan jemaah wafat hingga saat ini, baik di embarkasi maupun dalam proses pemberangkatan.***





