Dua Ekonom Bantah Klaim Prabowo soal Rupiah dan Desa

Presiden RI Prabowo Subianto. - Instagram @sekretariat.kabinet
Presiden Prabowo sebut warga desa aman dari gejolak kurs karena tak pakai dolar. Dua ekonom senior kompak membantah: semua orang terdampak, termasuk orangutan sekalipun.

Pengamat ekonomi Prof. Ferry Latuhihin menegaskan pernyataan Presiden Prabowo Subianto itu keliru secara mendasar. Menurutnya, dampak pelemahan rupiah tidak mensyaratkan seseorang memegang dolar secara langsung.

“Salah Pak, kalau dolar naik semua orang kena, Pak. Orangutan juga kena, Pak,” kata Ferry, dikutip dari video yang beredar di platform X, Sabtu (16/5/2026).

Ferry menunjuk ketergantungan Indonesia pada impor bahan bakar minyak, kedelai, gula, jagung, dan beras sebagai bukti bahwa kenaikan dolar langsung mendongkrak harga kebutuhan pokok yang dikonsumsi warga desa.

Bacaan Lainnya
Prabowo: “Pangan Aman, Energi Aman”

Pernyataan kedua ekonom itu merespons pidato Prabowo di peresmian Museum Ibu Marsinah dan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

Saat itu, Prabowo meminta publik tidak panik menghadapi rupiah yang berada di kisaran Rp17.592 per USD.

“Orang rakyat di desa enggak pakai dolar kok. Pangan aman, energi aman, banyak negara panik, Indonesia masih oke,” ujar Prabowo.

Presiden juga berkelakar bahwa pihak yang paling merasakan tekanan kurs adalah kalangan yang gemar bepergian ke luar negeri, bukan warga desa.

Ekonom: Prabowo Perlu Di-briefing Ekonomi Dasar

Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira menilai logika Prabowo terlalu menyederhanakan persoalan. Ia bahkan menyebut Presiden perlu mendapat pemahaman dasar tentang mekanisme transmisi kurs.

“Itu Prabowo kayaknya perlu dibriefing soal ekonomi 101 ya, ekonomi 101 tuh, atau pendahuluan ekonomi,” kata Bhima kepada JawaPos.com, Sabtu (16/5/2026).

Bhima memperingatkan harga elpiji dan bahan pokok berpotensi ikut naik akibat tekanan kurs yang terus berlanjut — seraya menegaskan subsidi energi hanya mampu menahan lonjakan harga untuk sementara waktu.

Bhima juga menyesalkan sikap Prabowo yang dinilai terlalu santai. Menurutnya, pemimpin di banyak negara justru sedang mempersiapkan skenario terburuk dengan stimulus dan komunikasi publik yang matang.

Pos terkait