Dirut KAI Sebut 6-7 Orang Masih Terjepit Gerbong, 13 Perjalanan KA Dibatalkan

KA Argo Bromo Anggrek
Petugas berjibaku mengevakuasi sekitar 6 orang penumpang KRL yang dilaporkan terjepit gerbong akibat KA Argo Bromo Anggrek menyeruduk KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam. Foto:Tangkapan Layar Info Bekasi Timur
Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line di Bekasi Timur, Senin (27/4) malam, menyisakan korban terjepit, menewaskan empat orang, dan memaksa KAI membatalkan 13 perjalanan kereta jarak jauh.

Proses evakuasi korban kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, masih berlangsung hingga dini hari, Selasa (28/4).

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin mengungkapkan, masih ada enam hingga tujuh penumpang yang terjebak di dalam gerbong KRL akibat benturan keras antarkereta.

Bacaan Lainnya

 

View this post on Instagram

 

A post shared by KAI121 (@kai121_)

“Untuk posisi korban yang masih terjepit di gerbong KRL sampai malam hari ini sekitar enam sampai tujuh orang,” ujar Bobby, seperti dikutip dari Antara.

KAI mengerahkan tim gabungan untuk mempercepat proses penyelamatan. Petugas menggunakan alat berat, memotong bagian rangkaian kereta, lalu membuka akses menuju korban yang masih terjebak di badan gerbong.

Di tengah proses evakuasi, tim medis juga menyalurkan oksigen dan memberikan pertolongan darurat kepada korban yang belum bisa dikeluarkan. KAI memotong sebagian rangkaian KA Argo Bromo Anggrek dan menarik gerbong ke arah Bekasi agar ruang evakuasi semakin terbuka.

Empat Tewas, Puluhan Luka

Hingga Selasa (28/4) pukul 01.00 WIB, KAI mencatat empat penumpang meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut. Seluruh korban tewas merupakan penumpang KRL yang menerima benturan langsung saat tabrakan terjadi.

Selain korban meninggal, 71 penumpang luka-luka dan kini menjalani observasi serta perawatan di sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi dan Jakarta.

KAI memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis intensif. Perseroan juga terus berkoordinasi dengan rumah sakit, petugas medis, dan aparat terkait agar proses penanganan berjalan cepat dan tepat.

Bobby menambahkan, masinis dilaporkan selamat, meski sejumlah petugas operasional dan penumpang kereta jarak jauh ikut mengalami luka akibat benturan keras.

Pos terkait