Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Dimutasi, Buntut Kasus Pemalakan di DWP 2024

Ilustrasi. (SF)
Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Donald Parlaungan Simanjuntak dimutasi, di tengah proses penyelidikan kasus dugaan pemerasan polisi terhadap Warga Negara (WN) Malaysia saat menonton acara Djakarta Warehouse Project (DWP) 2024 pada 13-15 Desember lalu. Donald dimutasi menjadi Analisis Kebijakan Madya Bidang Binmas Baharkam Polri.

Perihal mutasi itu dibenarkan oleh Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, ketika dikonfirmasi media, Senin, 30 Desember 2024.

Dengan demikian, total ada 35 personel Polda Metro Jaya yang dimutasi, buntut aksi pemalakan tersebut. Sebagaimana diketahui, sebelum Donald, 34 anggota Polda Metro Jaya telah dirotasi menyusul pengusutan kasus dugaan pemerasan itu.

Mutasi termaktub dalam Surat Telegram Kapolda Metro Jaya dengan nomor: ST/429/XII/KEP.2024 per tanggal 25 Desember 2024 yang ditandatangani Kepala Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Kombes Muh. Dwita Kumu Wardana.

Bacaan Lainnya

Di dalam ST itu tercantum setidaknya 34 anggota Polda Metro Jaya dirotasi dalam rangka pemeriksaan yang. Mereka adalah 21 anggota Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, 7 anggota Polres Metro Jakarta Pusat, 1 Kapolsek Tanjung Priok, dan 5 anggota Polsek Kemayoran.

Perkara ini kini ditangani Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri. Sebelumnya, Propam Polri mengumumkan ada 18 polisi yang diduga terlibat pemerasan penonton DWP 2024, terdiri dari personel Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, dan Polsek Kemayoran.

Belasan anggota itu diduga memalak 45 warga negara asing (WNA) asal Malaysia. Berdasarkan hasil penyelidikan polisi sejauh ini, jumlah barang bukti yang sudah dikumpulkan dari hasil pemerasan itu senilai Rp2,5 miliar.

Terkait kasus ini, seorang pengguna media sosial X mengunggah beberapa tangkapan layar berisi komentar pengguna di unggahan Instagram resmi DWP. Intinya, tangkapan layar itu berisi keluhan dan protes.

Salah satu pengguna dengan nama akun @squissybum mengaku melihat banyak penonton yang didatangi polisi saat tengah menikmati acara tersebut. “Saat saya sedang asyik bersenang-senang, tiba-tiba polisi datang dan mulai menangkap orang-orang di sekitar saya. Saya merasa sangat kasihan kepada semua orang yang saya lihat di hari ke-1, ke-2, dan ke-3. Acara internasional dan banyak sekali turis mancanegara yang ditangkap. Bagaimana ini bisa terjadi?” ujar akun tersebut.

“Saya tidak menggunakan narkoba…Bagaimana bisa polisi menangkap dan membawa orang satu per satu? Seperti yang kita ketahui, wilayah ini termasuk dalam wilayah hukum Polres Jakarta Pusat,” katanya.***

Pos terkait