Poin keenam menyoroti tantangan era digital. Alumni mendorong literasi media yang kuat, pengembangan platform dakwah digital, serta pengelolaan algoritma media sosial yang mencerminkan nilai-nilai Islam.
Dan terakhir, mereka mengangkat urgensi spiritualitas agama dalam merespons isu hak asasi manusia dan krisis lingkungan. Dalam pandangan mereka, jihad kemanusiaan harus berangkat dari nilai-nilai moral dan keislaman yang membela inklusi sosial, keadilan ekologis, dan hak-hak asasi.
Deklarasi ini dibacakan oleh Prof. Dr. TGH. Masnun Tahir, Rektor UIN Mataram dan Ketua Forum Rektor PTKIN, yang juga alumnus MANPK Mataram, bersama sejumlah perwakilan alumni dari berbagai daerah. Naskah deklarasi kemudian diserahkan langsung kepada Dr. Anis Masykhur, perwakilan dari Kementerian Agama RI.
Momentum ini menjadi penanda penting dalam sejarah alumni MAPK: sebuah bonus demografi yang tak hanya menyuarakan harapan, tapi juga mendorong realisasi. Kini saatnya para pemangku kebijakan memberi perhatian lebih terhadap madrasah unggulan warisan Menag Munawir Sadzali ini—sebuah investasi strategis untuk kejayaan Islam dan Indonesia di masa depan.***





