Sejumlah alumni Madrasah Aliyah Negeri Program Khusus (MANPK) mendesak Kementerian Agama menjadikan MANPK sebagai satuan kerja (satker) mandiri karena dinilai menghadapi banyak hambatan ketika masih menginduk ke MAN reguler.
Sejumlah alumni Madrasah Aliyah Negeri Program Khusus (MANPK) menyuarakan perlunya MANPK ditetapkan sebagai satuan kerja (satker) mandiri, terpisah dari MAN reguler. Desakan ini disampaikan dalam forum “Penyusunan Naskah Akademik MANPK Tahun 2025” yang digelar pada 12–14 November 2025 di Shappire Sky Hotel, Tangerang Selatan.
Acara tersebut dihadiri Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kementerian Agama, Prof. Nyayu Khodijah; Kasubdit Pendidikan Vokasi dan Inklusi Ditjen Pendis, Dr. Anis Masykhur; para pakar pendidikan; kepala MAN; kepala asrama MANPK; serta perwakilan alumni.
Direktur KSKK Madrasah, Nyayu Khodijah, menyatakan dukungan penuh terhadap penyusunan naskah akademik MANPK sebagai satker mandiri. “Kami tidak ragu lagi dengan lulusan MANPK. Perannya untuk bangsa dan negara sudah terbukti,” ujarnya.
Nyayu berkomitmen untuk menyampaikan hasil forum tersebut kepada Menteri Agama, termasuk peluang kerja sama studi ke Yordania yang dapat diisi lulusan MANPK.
Kasubdit Pendidikan Vokasi dan Inklusi, Anis Masykhur, menegaskan bahwa aspirasi pembentukan satker mandiri MANPK akan dibawa ke rapat pimpinan dan dikoordinasikan dengan Kementerian PAN/RB. “Hasil naskah akademik akan kami sampaikan ke pimpinan. Selanjutnya kita rapatkan dengan KemenPAN/RB,” kata Anis.
Dalam sesi presentasi naskah akademik, guru MAN 1 Yogyakarta yang juga alumni MANPK Surakarta, Latifah, mengungkap sejumlah hambatan MANPK selama masih berada di bawah MAN reguler. “Dari segi manajemen dan tata kelola kurang optimal karena harus mengikuti kebijakan MAN reguler. Belum tentu kepala MAN reguler memahami kebutuhan MANPK,” ujarnya kepada Samudrafakta.
Latifah mengusulkan agar MANPK mengikuti pola kelembagaan MAN Insan Cendekia yang berdiri sebagai satker mandiri di bawah Ditjen Pendis. Hal serupa disampaikan akademisi FEB UIN Jakarta sekaligus alumni MANPK Jember, Lutfia Salsabila. “Target kami fix, firm, and clear: MANPK jadi satker mandiri, terpisah dari MAN umum,” tegasnya.





