Barangkali, dunia kita hari ini sama sekali tidak kekurangan orang cerdas atau sistem canggih, tetapi kita benar-benar sedang krisis keikhlasan dan hati nurani.
Di tengah kegaduhan zaman yang makin tak menentu, halalbihalal menyapa kita sebagai pengingat yang lembut namun mendalam. Bahwa damai itu sama sekali tidak rumit.
Kedamaian tidak memerlukan teknologi mutakhir atau konsep akademis yang berlapis-lapis.
Damai itu sederhana—asalkan kita bersedia menundukkan ego, membuka hati, dan saling memaafkan.***





