Cegah Virus Nipah Masuk Surabaya, Warga Diimbau Jauhi Hewan Liar

Dinkes Surabaya
Kepala Dinkes Kota Surabaya Nanik Sukristina. - Diskominfo Surabaya

Meski hingga kini belum ditemukan kasus di Surabaya, upaya antisipasi tetap dilakukan secara intensif dan terstruktur.

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus memperkuat langkah kewaspadaan terhadap berbagai potensi penyakit menular, termasuk ancaman masuknya Virus Nipah ke Indonesia. Meski hingga kini belum ditemukan kasus di Surabaya, upaya antisipasi tetap dilakukan secara intensif dan terstruktur.

Kepala Dinkes Kota Surabaya Nanik Sukristina, mengatakan bahwa pihaknya selalu berada dalam kondisi siaga melalui penguatan sistem surveilans penyakit di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan.

Bacaan Lainnya

“Dinkes Surabaya terus melakukan pemantauan laporan kesehatan secara berkala, sekaligus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI,” tegas Nanik, Minggu (8/2/2026).

Virus Nipah sendiri merupakan penyakit zoonosis, yaitu penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia. Virus ini berasal dari kelompok virus yang dapat menyerang sistem pernapasan dan saraf dengan tingkat keparahan yang bervariasi. Hewan yang diketahui menjadi reservoir alami Virus Nipah adalah kelelawar pemakan buah.

“Penularan bisa terjadi melalui kontak dengan hewan terinfeksi, konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi, serta dalam kondisi tertentu melalui kontak erat antarmanusia,” jelasnya.

Sebagai langkah pencegahan, Dinkes Surabaya secara berkelanjutan melakukan edukasi kepada masyarakat melalui berbagai saluran. Edukasi tersebut meliputi penyampaian informasi resmi di fasilitas kesehatan, penguatan peran tenaga medis dalam memberikan pemahaman yang tepat, hingga kampanye Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk menghindari konsumsi makanan yang tidak higienis serta menjauhi kontak dengan hewan liar,” ujar dia.

Nanik menambahkan, seluruh fasilitas kesehatan di Surabaya telah memiliki mekanisme kewaspadaan dini terhadap penyakit menular, termasuk skrining gejala, pencatatan, dan pelaporan kasus sesuai sistem surveilans yang berlaku.

Pos terkait