Selain itu, seluruh persyaratan dan surat pengantar dari kampus diunggah langsung ke portal tanpa perlu prosedur birokrasi manual yang rumit.
Agus mengungkapkan, meskipun baru berjalan, platform BRIGHT telah membuktikan efektivitasnya di lapangan dengan menampung sekitar 500 hingga 600 pelamar dari berbagai kampus menuju PD di lingkungan Pemkot Surabaya.
“Khusus di kantor Brida sendiri, saat ini telah menampung sekitar 38 hingga 39 mahasiswa magang yang disebar secara proporsional ke berbagai divisi riset dan inovasi,” ungkapnya.
Inovasi ini dipastikan tidak berhenti pada versi awal (BRIGHT 1.0). Pihak Brida menyatakan telah menyiapkan rencana pengembangan menuju BRIGHT 2.0 yang lebih inklusif.
“Ke depannya, kami ingin cakupan tempat magang tidak hanya terbatas pada kantor dinas atau perangkat daerah tingkat kota, melainkan difokuskan hingga level kelurahan dan komunitas masyarakat lokal seperti paguyuban seni, kelompok usaha warga, dan kegiatan kewargaan lainnya,” pungkasnya. ***





