Pelatih timnas Indonesia, Patrick Kluivert, ternyata sudah menjalin komunikasi dengan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, sejak gelaran Piala Asia 2024 di Qatar. Meski saat itu belum membicarakan soal kepelatihan, hubungan keduanya mulai lebih dekat dan membahas sepak bola Indonesia.
“Saya di Qatar bersama manajer saya, Soufian Asafiati. Saat pertandingan Indonesia, kami sempat berbincang dengan Erick Thohir dan menjaga komunikasi hingga sekarang,” ungkap Kluivert. Ditanya apa saja yang dibahas, ia menegaskan bahwa tidak ada diskusi soal posisi pelatih kepala timnas.
“Indonesia punya pelatih bagus, Shin Tae-yong,” ujarnya kepada De Telegraaf pada Jumat (10/1). “Itu hanya percakapan singkat, seperti obrolan biasa selama turnamen. Erick Thohir memaparkan rencana besar untuk pengembangan sepak bola Indonesia.”
Namun, ketika ditanya apakah ia terbuka untuk melatih Indonesia, Kluivert mengaku langsung antusias. “Indonesia memiliki potensi luar biasa. Dengan populasi hampir 300 juta jiwa dan kecintaan besar pada sepak bola, peluang untuk bersaing di Piala Dunia 2026 terbuka lebar berkat usaha Shin Tae-yong,” katanya.
Menurut Kluivert, pengalaman internasional dan kualitas kepemimpinannya menjadi daya tarik bagi Indonesia. “Saya punya pengalaman melatih Curaçao dan Kamerun, juga sebagai direktur olahraga PSG serta kepala pengembangan di Barcelona. Komunikasi dalam bahasa Inggris adalah keunggulan, ditambah dengan naturalisasi pemain Eropa yang meningkatkan kualitas skuad. Pemain keturunan Belanda-Indonesia membuat tim ini semakin kuat.”
Untuk mendukungnya, Kluivert menggandeng Alex Pastoor dan Denny Landzaat sebagai asisten pelatih. “Alex teman saya sejak kursus lisensi kepelatihan profesional. Dia sukses di Almere City. Denny adalah rekan lama di Ajax yang sangat paham budaya Indonesia. Menariknya, Alex dan Denny pernah bekerja sama di AZ, jadi sinergi kami sudah terbentuk.”
Target Utama: Lolos Piala Dunia
“Target kami jelas, lolos ke Piala Dunia,” tegas Kluivert. Indonesia berada di grup berat bersama Jepang, Australia, China, Arab Saudi, dan Bahrain. Namun, ia optimistis. “Dengan empat pertandingan tersisa, kami masih di posisi ketiga. Finis di dua besar akan membawa kami lolos langsung. Jika bertahan di posisi ketiga atau keempat, jalur lain tetap tersedia.”





