Belanda Pulangkan 30 Ribu Artefak dan Fosil ke Indonesia, Termasuk Koleksi Dubois

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, dan Ilmu Pengetahuan Belanda Gouke Moes bersama Menteri Kebudayaan Republik Indonesia (RI) Fadli Zon.- Istimewa
Indonesia mencatat sejarah baru. Belanda sepakat mengembalikan 30 ribu artefak dan dokumen budaya, termasuk fosil Homo erectus dari Trinil, usai pertemuan Presiden Prabowo dengan Raja Willem-Alexander.

__________

Pemerintah Belanda resmi menyetujui pemulangan lebih dari 30 ribu artefak, fosil, dan dokumen budaya milik Indonesia. Kesepakatan bersejarah ini lahir setelah Presiden RI Prabowo Subianto bertemu Raja Willem-Alexander dan Ratu Máxima di Den Haag, Jumat (26/9/2025).

Upacara serah terima digelar di Museum Naturalis, Leiden, dengan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, dan Ilmu Pengetahuan Belanda Gouke Moes menyerahkan langsung kepada Menteri Kebudayaan Indonesia, Fadli Zon.

Bacaan Lainnya

Salah satu koleksi paling berharga yang dipulangkan adalah koleksi Dubois—lebih dari 28 ribu fosil manusia purba, termasuk temuan legendaris pithecanthropus erectus atau Homo erectus yang ditemukan Eugène Dubois di Trinil pada 1891–1892. Fosil ini dikenal sebagai temuan pertama Homo erectus di dunia, nenek moyang Homo sapiens.

“Dengan pemulangan ini, kita menutup jurang sejarah dan memulihkan martabat pengetahuan yang lahir dari Trinil,” kata Fadli Zon, Sabtu (27/9). Ia menyebut kembalinya koleksi Dubois sebagai pemulihan kedaulatan dan kemenangan strategis setelah lebih dari satu abad pengetahuan tentang asal-usul manusia terpisah dari tanah kelahirannya.

Seskab Letkol Teddy Indra Wijaya menegaskan proses pengembalian akan berlangsung cepat karena telah disetujui langsung oleh Raja Belanda. “Tadi juga disepakati bahwa Pemerintah Belanda akan mengembalikan sebanyak 30 ribu fosil, artefak, dan dokumen budaya milik Indonesia yang disimpan di sini,” ujarnya.

Menurut Fadli, pemulangan ini merupakan hasil kerja panjang Tim Repatriasi Kementerian Kebudayaan sejak awal 2025 yang melakukan riset asal-usul dan perundingan intensif dengan Colonial Collections Committee (CCC) Belanda.

Pengembalian koleksi Dubois juga dipandang sebagai komitmen Belanda menjalankan repatriasi koleksi kolonial secara bertanggung jawab. “Hari ini kita memulihkan martabat pengetahuan yang lahir dari Trinil dan mengembalikan alurnya ke tanah ibu,” ujar Fadli.

Pos terkait