Beda antara Pendidikan dan Pengajaran, serta Tiga Prinsip Dasar Pendidikan Nasional Menurut Ki Hadjar Dewantara

Ki Hadjar Dewantara. | Arsip Nasional

Pendidik perlu berupaya menerapkan prinsip-prinsip tersebut dalam proses belajar. Sesuai konsep Ki Hajar Dewantara, seorang pendidik harus mampu menuntun peserta didik agar sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zamannya—supaya peserta didik memiliki watak atau karakter yang baik, yang pada akhirnya membentuk perilaku yang baik pula.

Sementara itu, Prof. H. Mahmud Yunus menjelaskan bahwa pendidikan ialah suatu usaha yang dengan sengaja dipilih untuk memengaruhi dan membantu peserta didik, yang tujuannya adalah untuk meningkatkan ilmu pengetahuan, jasmani, dan akhlak.

Bacaan Lainnya

Seorang pendidik secara perlahan bisa mengantarkan peserta didik kepada tujuan dan cita-citanya yang paling tinggi, yaitu memperoleh kehidupan yang bahagia, serta apa yang dilakukanya bermanfaat bagi dirinya sendiri, masyarakat, bangsa, negara dan agamanya.

Melalui pendidikan, individu dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan, untuk kemudian bisa memperoleh pekerjaan yang baik serta mendapatkan penghasilan memadai. Pendidikan juga membantu individu untuk mengembangkan kemampuan kritis serta analitis, sekaligus memperluas pandangan mereka tentang dunia.

Pada momen Hari Pendidikan Nasional ini, mari kita sama-sama mengingat: apakah ketiga prinsip mulia dalam proses pendidikan tersebut sudah benar-benar diterapkan dalam Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) kita, atau berhenti sebagai sekadar teori—yang barangkali bahkan cenderung menjadi halusinasi?***

___________

Sumber-sumber

  • Heru Supriyono, Menyemai Karakter Kepemimpinan Jawa: Sosok Teladan Ki Hajar Dewantara dalam Paradigma Ing Ngarso Sung Tuladha, Jurnal Pendidikan Karakter, vol. 6, no. 1, 2015.
  • Sardiman AM, Membaca Kearifan Lokal Jawa: Nilai-Nilai Budaya Dalam Pendidikan, Jurnal Pendidikan Karakter, vol. 3, no. 2, 2013.

Pos terkait