BBM Non-Subsidi Turun, Ini Penjelasan Pertamina

Ilustrasi salah satu SPBU Pertamina. - Istimewa

Sementara itu, pengamat ekonomi menilai dampak penurunan harga BBM terhadap inflasi bersifat tidak langsung. Efeknya baru akan terlihat apabila penyesuaian harga diikuti oleh penurunan biaya distribusi dan harga barang di tingkat konsumen.

Data Badan Pusat Statistik sebelumnya menunjukkan tingkat inflasi Indonesia pada Januari 2026 berada di level tertinggi dalam hampir tiga tahun terakhir. Dalam konteks tersebut, penurunan harga BBM non-subsidi dinilai dapat membantu meredam tekanan inflasi, meskipun kontribusinya terbatas.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyatakan akan terus memantau perkembangan harga energi global serta dampaknya terhadap pasar domestik. Pemerintah menegaskan bahwa stabilitas pasokan dan keterjangkauan harga energi bagi masyarakat tetap menjadi prioritas.

Bacaan Lainnya

Hingga Kamis pagi (5/2), aktivitas pengisian BBM di sejumlah SPBU terpantau berjalan normal. Tidak terlihat antrean panjang akibat penyesuaian harga tersebut. Operator SPBU memastikan pasokan BBM dalam kondisi aman dan distribusi berlangsung lancar.

Masyarakat diimbau untuk menggunakan BBM sesuai dengan spesifikasi kendaraan dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Operator SPBU menegaskan bahwa harga yang berlaku telah diperbarui di seluruh jaringan SPBU dan layanan tetap berjalan seperti biasa.***

Pos terkait