Ratusan santri Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo, tertimpa bangunan ambruk saat shalat Asar berjemaah. Tiga santri meninggal, puluhan lainnya luka-luka dan masih dalam proses evakuasi.
Bangunan bertingkat di kompleks santri putra Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Desa Buduran, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, ambruk saat ratusan santri melaksanakan shalat asar berjemaah, Senin (29/9) sore.
Peristiwa nahas itu menelan korban jiwa. Hingga Selasa (30/9), proses evakuasi masih berlangsung.
“Kami masih melakukan proses evakuasi dan penyelamatan korban. Beberapa santri berhasil dievakuasi dalam keadaan luka-luka, sebagian lainnya dilarikan ke rumah sakit terdekat,” kata Komandan Tim SAR Sidoarjo, Eko Prasetyo, Selasa.
Penyebab ambruknya bangunan masih diselidiki tim gabungan. Tim SAR, BPBD, TNI, dan Polri menggunakan alat berat untuk mencari korban di bawah reruntuhan.
Muhamad Naim Udin, putra pengasuh Ponpes Al Khoziny Buduran, meminta doa masyarakat agar evakuasi berjalan lancar. “Santri yang mengalami luka-luka sudah mendapatkan perawatan medis. Mohon doa masyarakat agar semua korban segera ditemukan,” ujarnya.
Berdasarkan laporan resmi, hingga Selasa siang tercatat 98 santri menjadi korban. Mereka dirawat di RSUD Sidoarjo, RSI Siti Hajar, dan RS Delta Surya.
Tiga korban meninggal dunia adalah Maulana Alfan Ibrahim (15), asal Kalianyar Kulon Surabaya; Mochammad Mashudulhaq (14), asal Dukuh Pakis Surabaya; dan Muhammad Soleh (22), asal Tanjung Pandan, Bangka Belitung.
Mashudulhaq meninggal saat dirawat di RSUD Sidoarjo, sementara Muhammad Soleh yang mengalami luka parah wafat pada Selasa pagi.***




