AS Khawatir Kematian Presiden Raisi Bakal Picu Perang Dunia III

Para pelayat membawa peti mati Presiden Ebrahim Raisi yang terbungkus bendera selama upacara pemakaman dia dan rekan-rekannya yang tewas dalam kecelakaan helikopter pada hari Ahad di wilayah pegunungan di barat laut negara itu, di kota Tabriz, Iran, Selasa 21 Mei 2024. Foto ini dirilis oleh Kantor Kepresidenan Iran ini. FOTO: AP

“Israel mendapat untung besar dengan menjual drone dan senjata lain yang digunakan untuk menghancurkan pejuang Armenia di Nagorno-Karabakh. Iran dengan tegas mendukung Armenia,” kata Griffin, dikutip Mint.

“Membiarkan pertempuran terus berlangsung merupakan kombinasi keuntungan bagi industri senjata besar Israel dan kebencian kuno,” tambahnya.

Bacaan Lainnya

Sepanjang sejarahnya, Israel diketahui beberapa kali berhasil melumpuhkan jenderal Iran. Termasuk pembunuhan Tel Aviv terhadap seorang jenderal Iran di Damaskus, Mohammad Reza Zahedi, yang memicu serangan drone dan rudal besar-besaran oleh Teheran bulan lalu.

Selain itu, Israel juga diyakini telah melakukan banyak serangan selama bertahun-tahun, yang menargetkan pejabat senior militer Iran dan ilmuwan nuklir. Pada akhir 2020, Tel Aviv bahkan dituding menjadi dalang pembunuhan ilmuwan nuklir paling senior Iran, Mohsen Fakhrizadeh, di dekat Ibu Kota Teheran.

Raisi juga mengambil langkah keras terhadap Israel setelah perang Gaza, di mana dia mengutuk serangan Israel ke Gaza dan memberi restu kepada dua proksi terbesar Teheran, Houthi di Yaman dan Hizbullah di Lebanon, untuk melakukan serangan ke Israel.

Walau begitu, analis lainnya berpandangan bahwa teori Israel berada di belakang kematian Raisi tidak mungkin terjadi. Sebab, membunuh presiden yang sedang menjabat merupakan tindakan perang langsung, yang berpotensi memicu tanggapan keras dari Iran. Fokus strategis Israel biasanya tertuju pada sasaran militer dan nuklir dibandingkan tokoh politik terkemuka.

“Ada alasan kuat untuk meragukan keterlibatan Israel,” kata seorang analis dalam sebuah laporan di The Economist.

“Mereka belum pernah melakukan pembunuhan terhadap seorang kepala negara, sebuah tindakan perang yang jelas akan mengundang respons sengit dari Iran,” tambahnya.■

Pos terkait