Pengembalian dana bea masuk USD 22 miliar pada Mei 2026 hapus seluruh penerimaan bea cukai AS bulan itu — efek langsung putusan Mahkamah Agung yang batalkan tarif darurat Trump.
Departemen Keuangan AS mengembalikan hampir USD 22 miliar penerimaan bea masuk kepada para importir pada Mei 2026 — gelombang pertama pengembalian dana sejak Mahkamah Agung (MA) AS membatalkan kebijakan tarif darurat Presiden Donald Trump.
Nilai pengembalian itu setara dengan total bea masuk yang dipungut pada bulan yang sama. Akibatnya, penerimaan bea cukai bersih AS pada Mei mencatat angka negatif sekitar USD 42 juta — pertama kali dalam sejarah modern.
Pada 20 Februari 2026, MA AS memutuskan — dengan suara 6 berbanding 3 — bahwa Trump melampaui kewenangannya saat menggunakan IEEPA (Undang-Undang Kewenangan Ekonomi Darurat Internasional) untuk menerapkan tarif secara luas terhadap mitra dagang AS.
Setelah putusan itu, Pengadilan Perdagangan Internasional AS memerintahkan Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan (CBP) membentuk sistem pengembalian dana. Proses pengembalian mulai berjalan pada April 2026.
Banding dan Ketidakpastian
Pemerintahan Trump mengajukan banding atas putusan pengadilan yang memerintahkan pengembalian kepada seluruh importir dari sekitar USD 166 miliar yang telah dipungut berdasarkan IEEPA.
Hakim Senior CIT Richard Eaton memperingatkan bahwa hambatan terhadap proses ini akan merugikan para importir yang menunggu pengembalian dana.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan dalam sidang kongres pekan lalu bahwa dana tersebut akan dikembalikan kepada perusahaan yang telah membayar bea masuk tarif.
Putusan MA tidak menyentuh tarif sektoral yang sudah berlaku lebih dulu — seperti tarif baja, aluminium, dan kendaraan bermotor.
Defisit Anggaran Tetap Tinggi
Meski pengembalian dana besar-besaran berjalan, defisit anggaran kumulatif AS selama delapan bulan pertama tahun fiskal 2026 tercatat USD 1,2 triliun — turun USD 116 miliar atau sekitar 9 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, menurut data CBO dan Departemen Keuangan AS.





