Menurutnya, pendekatan tersebut bertujuan menghadirkan pengalaman penggunaan yang lebih dekat dengan preferensi konsumen sekaligus meningkatkan daya tarik produk berbahan alami.
“Kami ingin menunjukkan bahwa deodoran berbahan tawas juga bisa tampil modern dan relevan dengan selera masyarakat saat ini,” jelas Salwa
Selain menawarkan manfaat fungsional, Deorans juga menyasar masyarakat yang memiliki perhatian terhadap kesehatan dan lingkungan. Daphni menjelaskan bahwa target pasar utama mereka adalah kelompok usia produktif dengan aktivitas tinggi, mulai dari mahasiswa, pekerja kantoran, hingga masyarakat yang aktif berolahraga.
Menurutnya, strategi pemasaran yang tim rancang berfokus pada edukasi mengenai manfaat tawas sebagai bahan alami sekaligus memperkenalkan Deorans sebagai alternatif deodoran yang lebih ramah bagi tubuh dan lingkungan.
“Kami ingin meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa bahan alami lokal memiliki potensi besar untuk menjadi solusi kebutuhan sehari-hari,” tutur Raihan.
Tim juga melihat adanya dampak lingkungan yang dapat tercipta melalui penggunaan bahan alami sebagai pengganti beberapa bahan kimia sintetis yang selama ini mendominasi formulasi produk deodoran.
“Kami ingin menunjukkan bahwa bahan lokal seperti tawas tidak hanya memiliki manfaat kesehatan. Tetapi juga mampu bersaing sebagai produk inovatif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini,” pungkas Raihan. ***





