Di lain sisi, Ali mengingatkan bahwa koalisi partai pengusung capres-cawapres tak serta-merta diikuti dukungan akar rumput. Ia memprediksi akan terjadi ‘split ticket voting‘, alias perbedaan dukungan antara elite dan masyarakat.
Menurutnya, survei Arus Survei Indonesia menunjukkan split ticket hampir terjadi di semua partai. Artinya, dukungan satu partai kepada capres dan cawapres tertentu tak 100 persen diikuti pendukung partai tersebut.
Ia menambahkan, hanya PKS yang 80 persen pendukungnya ikut mendukung Anies-Cak Imin. Sedangkan PKB dan NasDem hanya 60 persen, dan 40 persen sisanya menyebar ke paslon lain.
“Partai-partai yang sekarang saja sudah jelas mengusung capres, katakanlah di kubunya Amin, PKB, NasDem itu tidak 100 persen, 80 persen pun tidak ada yang memilih Amin. Itu 60-an persen, 40 persen menyebar. Hanya PKS yang 80 persen,” ucap Ali.
Hal serupa terjadi pada Ganjar-Mahfud dan Prabowo-Gibran. Ali mengatakan, tak semua simpatisan PPP mendukung Ganjar-Mahfud.
Kemudian, pendukung Gerindra yang mendukung Prabowo-Gibran pun hanya 80 persen.
Namun, Ali berpendapat, tak mustahil dukungan akar rumput bisa menyatu. Partai politik perlu menciptakan suatu isu bersama yang bisa menghadirkan konsolidasi nasional.
“Kalau misalnya ada isu yang bisa menjadi lem perekat grass root untuk menyatu dan melawan Prabowo-Gibran, itu bisa. Kalau tidak ada, rasa-rasanya bergabungnya elite tak akan diikuti,” kata dia.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda ragu partai pengusung Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud bisa bekerja sama jika Pilpres 2024 melaju ke putaran kedua. Menurutnya, PKB dan PKS bisa saja pisah jalan jika yang saling berhadapan adalah Ganjar-Mahfud dan Prabowo-Gibran.
“Saya masih ragu. PKB dan PKS bisa jadi terbelah juga,” kata Hanta, dikutip dari cnnindonesia.com Kamis (11/1). Hanta mengatakan, putaran kedua bisa memunculkan peta koalisi baru. Partai-partai pengusung Anies-Muhaimin kemungkinan punya sikap berbeda.
Ia melihat bahwa isu yang beredar saat ini adalah mengenai konsolidasi antara pasangan Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud melawan Prabowo-Gibran.
Namun, Hanta menganggap bahwa pertarungan sebenarnya terjadi antara pasangan Anies-Muhaimin melawan Ganjar-Mahfud. Dua pasangan itu bertarung agar bisa lolos ke putaran kedua Pilpres 2024.
“Kalau peta politik per hari ini, Prabowo-Gibran adalah yang paling potensial menunggu di putaran kedua—kalau kita asumsikan sekarang Pilpres berlangsung dalam dua putaran. Yang sedang bertarung adalah pasangan nomor satu dan nomor tiga sebenarnya,” ucap Hanta.*
FOTO: Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan seusai bertemu pasca-ibadah haji tahun lalu. (Dok. SF)





