Nurdin Halid, Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, saat ditanya mengenai hal ini, hanya menjawab bahwa Plt harus melalui rapat pleno DPP. “Belum ada jadwal untuk rapat pleno,” kata Nurdin dilansir Antara, seakan memberikan sinyal bahwa proses ini mungkin akan memakan waktu.
Sementara itu, beredar rumor di kalangan jurnalis bahwa Agus Gumiwang, Menteri Perindustrian RI dan politisi Partai Golkar, akan ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas Ketua Umum. Namun, hingga saat ini, kabar tersebut belum mendapat konfirmasi resmi dari petinggi partai.
Nurdin Halid sendiri mengakui bahwa informasi yang ia terima terkait pengunduran diri Airlangga masih belum jelas. “Fifty-fifty,” katanya saat dihubungi. Jawaban ini menunjukkan bahwa hingga saat ini, keputusan akhir mengenai mundurnya Airlangga masih menjadi teka-teki di internal Partai Golkar.
Dengan situasi yang masih belum jelas, Partai Golkar kini berada di persimpangan jalan. Keputusan selanjutnya akan menentukan bagaimana partai ini menjaga stabilitas internal dan tetap menjadi pilar penting dalam demokrasi Indonesia.*





