Nurdin Halid sendiri mengakui bahwa informasi yang ia terima terkait pengunduran diri Airlangga masih belum jelas. “Fifty-fifty,” katanya saat dihubungi. Jawaban ini menunjukkan bahwa hingga saat ini, keputusan akhir mengenai mundurnya Airlangga masih menjadi teka-teki di internal Partai Golkar.
Dengan situasi yang masih belum jelas, Partai Golkar kini berada di persimpangan jalan. Keputusan selanjutnya akan menentukan bagaimana partai ini menjaga stabilitas internal dan tetap menjadi pilar penting dalam demokrasi Indonesia.*





