Abdul Mu’ti, Sekum PP Muhammadiyah, Dijagokan Jadi Menteri Pendidikan Kabinet Prabowo-Gibran

Prof. Dr. Abdul Mu'ti, M.Ed., Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Periode 2022-2027. (Foto: Akun X: @Abe_Mukti)

Di kancah internasional Abdul Mu’ti merupakan salah satu Advisor di British Council London sejak 2006. Ia juga aktif menulis buku dan berbagai opini di media. Ia juga dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Pendidikan Agama Islam di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Pengukuhan guru besar ke-1.050 tersebut dilaksanakan pada 2 September 2020.

Abdul Mu’ti menulis beberapa buku, antara lain;:

  1. Mengarusutamakan Wasathiyah, Republika, 2018.
  2. Kristen Muhammadiyah: Konvergensi Muslim dan Kristen dalam Pendidikan, Al-Wasat, 2009.
  3. Inkulturasi Islam : Menyemai Persaudaraan, Keadilan dan Emansipasi Kemanusiaan, Al-Wasat, 2009.
  4. Deformalisasi Islam, Grafindo, 2004.
  5. Ta’awun Untuk Negeri : Transformasi Al-Ma’un dalam Konteks Keindonesiaan, Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Pusat Muhammadiyah, 2019.
  6. Beragama Dan Pendidikan Yang Mencerahkan : Perspektif Multidisiplin dalam Orientasi Harishun, UHAMKA Press, 2019.
  7. Guyon Maton: Lucu Bermutu Ala Muhammadiyah, IB Pustaka, 2022.
Kemendikbudristek Bakal Dipecah Menjadi Tiga

Anggota DPR RI Periode 2024–2029 Syaiful Huda menyampaikan kemungkinan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dipecah menjadi tiga kementerian di era pemerintahan Presiden Terpilih Pilpres 2024 Prabowo Subianto.

Bacaan Lainnya

“Setahu saya, memang ada rencana akan dipecah. Ada opsi jadi dua, ada opsi jadi tiga,” kata Huda di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (1/10/2024)

Ia menyampaikan tiga kementerian tersebut adalah terkait dengan bidang pendidikan dasar, pendidikan tinggi, dan riset serta kebudayaan.

“Tadinya opsi tiga itu ada dikdas (pendidikan dasar), dikti (pendidikan tinggi) dan riset dan kebudayaan, tapi sampai hari ini kita tunggu,” kata dia.

Huda yakin perubahan nomenklatur tersebut tidak akan jadi masalah. Sebab, kata dia, Kemendikbudristek juga dulunya gabungan dari Kementerian Riset dan Teknologi dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Jadi, relatif tidak akan mengganggu tapi jangan-jangan lebih produktif karena lebih fokus,” ujar Huda.

Pos terkait