Melalui akun media sosial Twitter kala itu, Mu’ti menceritakan awal mula dirinya dihubungi untuk menjabat Wamendikbud. Mu’ti awalnya menyanggupi amanah yang diberikan, namun dia berubah pikiran.
“Tetapi, setelah mengukur kemampuan diri, saya berubah pikiran. Semoga ini adalah pilihan yang terbaik,” kata Mu’ti.
Menurut Mantan Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin waktu itu, penunjukan Abdul Mu’ti sebagai Wamendikbud itu ‘merendahkan’ Muhammadiyah.
“Penunjukan Prof. Dr. Abdul Mu’ti, MEd sebagai Wamendikbud bernada merendahkan organisasi Muhammadiyah yang besar, pelopor pendidikan, dan gerakan pendidikan nasional yang nyata,” kata Din, yang menuliskan diri sebagai Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah Pondok Labu, dikutip dari Kumparan Rabu, 24 Desember 2020.
Menurut Din, penolakan Abdul Mu’ti menjadi Wamendikbud adalah sikap yang tepat. Hal tersebut, kata dia, mencerminkan sikap seorang anggota Muhammadiyah sejati, yang antara lain tidak gila jabatan, menolak jabatan yang tidak sesuai dengan kapasitas, dan jabatan yang merendahkan marwah organisasi.
Saat peleburan Kemendikbudristek pada 2021, dan berembus isu reshuffle kabinet oleh Presiden Jokowi, yang merujuk pada hasil Rapat Paripurna DPR RI ke-16 pada 9 April 2021, nama Abdul Mu’ti kembali muncul di pusaran isu kocok ulang menteri.
Kala itu, Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah, Sunanto, menilai Abdul Mu’ti sosok tepat untuk memperbaiki pendidikan di Indonesia. “Kalau ada reshuffle, Mas Mu’ti layak untuk memperbaiki pendidikan di Indonesia,” kata Sunanto kepada wartawan, Rabu, 14 April 2021.
Dan kini, Abdul Mu’ti kembali dijagokan banyak pihak menempai kursi Menteri Pendidikan Kabinet Prabowo-Gibran.
Sarjana Tarbiyah Cum Profesor Bidang Pendidikan Islam UIN
Abdul Mu’ti lahir di Kudus, 2 September 1968. Dia tercatat sebagai anggota Muhammadiyah sejak 1994. Ia pun sudah banyak menduduki jabatan di Muhammadiyah sebelum menjadi Sekum PP.
Tidak hanya di PP Muhammadiyah, kiprahnya pun diakui di bidang lain. Dia pernah menjabat sebagai Ketua Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-S/M) periode 2011-2017 dan Anggota BAN-S/M periode 2006-2011.
