ITS Buka Penerimaan Mahasiswa Disabilitas 2027, Siapkan 9 Departemen

ITS Mahasiswa Disabilitas
Wakil Rektor III ITS Imam Baihaqi ST MSc PhD ketika memberi sambutan seminar dan workshop Inclusive Campus Implementation Academy. - Humas ITS

ITS siap menerima mahasiswa baru dengan disabilitas tertentu pada tahun 2027 mendatang melalui seleksi jalur Mandiri Prestasi atau Reguler.

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mempersiapkan diri untuk menerima mahasiswa disabilitas mulai tahun depan dengan mendorong percepatan pemenuhan fasilitas yang bersifat inklusif.

Wakil Rektor III Bidang Sumber Daya Manusia, Organisasi, dan Teknologi Sistem Informasi ITS Imam Baihaqi ST MSc PhD menegaskan bahwa ITS siap menerima mahasiswa baru dengan disabilitas tertentu pada tahun 2027 mendatang melalui seleksi jalur Mandiri Prestasi atau Reguler.

Sembilan departemen yang siap menerima mahasiswa baru disabilitas tersebut di antaranya adalah Departemen Statistika, Biologi, Aktuaria, Studi Pembangunan, Manajemen Bisnis, Teknik Sistem dan Industri, Teknik Kelautan, Teknik Informatika, serta Perencanaan Wilayah dan Kota.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, Founder & Chair of Advocacy for Disability Inclusion (AUDISI) Foundation Yustitia M Arief SH Adv mengungkapkan bahwa pemahaman yang tepat tentang disabilitas menjadi bekal penting bagi sivitas akademika ITS dalam menyiapkan kampus yang inklusif.

Pria yang pernah menjadi Staf Khusus Presiden bidang Disabilitas ini menegaskan bahwa disabilitas bukan semata kondisi pada diri seseorang. Hambatan sesungguhnya ada pada lingkungan, baik berupa tangga tanpa jalur landai maupun stigma yang masih melekat di masyarakat.

Berdasarkan UU Nomor 8 Tahun 2016, ragam disabilitas terbagi menjadi fisik, sensorik, intelektual, dan mental. Yustitia juga mengimbau agar istilah tuna ditinggalkan dan diganti dengan penyebutan yang lebih menghormati, seperti disabilitas netra atau tuli.

Ia turut meluruskan perbedaan disabilitas mental dan intelektual. Disabilitas mental berkaitan dengan kejiwaan dan interaksi sosial, termasuk autisme, sedangkan disabilitas intelektual berkaitan dengan daya pikir. ***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan