Danantara merampungkan akuisisi Hotel Novotel Makkah senilai Rp9,5 triliun. Komnas Haji mendorong aset perdana Indonesia di Tanah Suci ini memangkas ongkos ibadah jemaah.
Indonesia resmi mencatatkan sejarah sebagai negara asing pertama yang menguasai kepemilikan aset properti di jantung kota suci Makkah, Arab Saudi. Langkah berani ini ditegaskan lewat akuisisi aset jumbo senilai Rp9,5 triliun.
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara merampungkan pembelian Hotel Novotel Thakher Makkah berkapasitas 1.461 kamar dan 14 kaveling lahan seluas 4,4 hektare guna dirintis menjadi kawasan terpadu Kampung Haji Indonesia.
Menembus Dominasi Syarikah Lokal
Komisi Nasional Haji dan Umrah mengapresiasi transaksi bernilai 2 miliar riyal Saudi tersebut sebagai lompatan visioner untuk memutus ketergantungan sewa akomodasi musiman kepada perusahaan rekanan lokal setempat.
“Langkah ini visioner, Danantara memanfaatkan momentum tepat ketika Arab Saudi membuka lebar partisipasi investor luar,” kata Ketua Komnas Haji dan Umrah, Mustolih Siradj, di Jakarta, Rabu, 28 Oktober 2026.

Mustolih memaparkan keberadaan fasilitas mandiri sangat krusial bagi keselamatan pembiayaan jemaah, mengingat Indonesia memberangkatkan 221 ribu kuota haji reguler serta dua juta jemaah umrah saban tahun.
“Kepemilikan aset ini harus menjadi fondasi transformasi pelayanan yang lebih modern dan berorientasi menekan pembiayaan jemaah,” ujar Mustolih menegaskan urgensi kepastian tarif akomodasi.
Tantangan Transparansi Biaya
Kendati demikian, Komnas Haji mengingatkan Danantara agar segera merilis cetak biru dan peta jalan pemanfaatan aset secara transparan, agar transaksi raksasa ini tidak berhenti menjadi pencapaian bisnis belaka.
Aksi korporasi ini menjadi wujud nyata amanat Instruksi Presiden Nomor 15 Tahun 2025 tentang Pembangunan Kampung Haji Indonesia di Makkah yang diteken Presiden Prabowo Subianto.
Keberhasilan investasi strategis ini pada akhirnya akan diukur dari seberapa nyata penurunan beban ongkos ibadah yang dirasakan langsung oleh jutaan jemaah di tanah air. ***





