Expo Madrasah Jatim 2026 menampilkan karya terbaik dari 38 kabupaten/kota, mulai robotika, AI, IoT, sains, multimedia, seni, hingga kewirausahaan.
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan EXPO Madrasah Jawa Timur Tahun 2026 pada hari ini, Selasa (1/9/2026).
Mengusung tema ‘Dari Madrasah Lahir Karya, Menginspirasi Dunia’, Expo Madrasah Jatim 2026 menjadi ruang apresiasi sekaligus etalase karya, kreativitas, inovasi, dan prestasi peserta didik madrasah dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur Akhmad Sruji Bahtiar, menegaskan bahwa madrasah memiliki kemampuan untuk berprestasi dan berinovasi di berbagai bidang.
“Tidak ada ceritanya madrasah itu kampungan,” tegas Kakanwil.
Menurutnya, berbagai karya yang ditampilkan menjadi bukti bahwa peserta didik madrasah mampu berinovasi di berbagai bidang, mulai dari robotika, sains, teknologi, seni, bahasa, hingga kewirausahaan.
“Kita ingin menghapus stigma bahwa madrasah itu kampungan. Coba kita lihat apa yang dipamerkan hari ini. Ada robotik. Kemudian ada Mini Drama Competition berbahasa Inggris,” ujarnya.
Kakanwil berharap karya dan prestasi madrasah tidak hanya diketahui oleh lingkungan internal, tetapi juga diperkenalkan secara lebih luas kepada masyarakat. Ia mendorong agar expo ke depan dapat dilaksanakan di ruang publik sehingga masyarakat dapat melihat secara langsung berbagai keunggulan madrasah.
“Al-khairu idza dzahara intasyara — kebaikan apabila ditampakkan, maka akan menyebar,” tuturnya.
Lebih lanjut, Kakanwil mengatakan Expo Madrasah juga harus menjadi yakni jembatan komunikasi antara madrasah dan orang tua. Melalui expo, orang tua dapat melihat langsung karya, kreativitas, kompetensi, dan prestasi yang dihasilkan peserta didik.
“Jangan hanya keberhasilan anak ditunjukkan melalui rapor tertulis. Tunjukkan karya seni mereka, kompetensi akademiknya, kreativitasnya, dan prestasinya,” pesannya.
Selain itu, Expo Madrasah diharapkan menjadi tahrikul himmah, pemicu semangat peserta didik untuk terus belajar, berkarya, dan berprestasi.
Kakanwil juga menekankan pentingnya memberikan ruang lebih besar kepada siswa dalam penyelenggaraan expo. Peserta didik perlu terlibat mulai dari merancang, menata, hingga mempresentasikan karya kepada pengunjung.
“Guru tetap mendampingi, tetapi anak-anak harus menjadi aktor utamanya. Itulah proses pendidikan yang sesungguhnya,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Jatim Sugiyo melaporkan, Expo Madrasah Jatim 2026 diikuti madrasah dari seluruh kabupaten/kota se-Jawa Timur dengan menghadirkan 38 stand. Karya yang ditampilkan merupakan hasil seleksi terbaik dari jenjang RA, MI, MTs, dan MA.
Beragam karya dipamerkan, antara lain inovasi sains, robotika, Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), multimedia, animasi, seni budaya, literasi, batik, kerajinan, hingga kewirausahaan.
Rangkaian kegiatan juga diisi Festival Hadrah Al-Banjari yang diikuti 78 kelompok dan Mini Drama Competition berbahasa Inggris yang diikuti 547 kelompok. Dari kompetisi tersebut, sebanyak 30 kelompok terbaik melaju ke babak final.
Pada kesempatan yang sama diluncurkan aplikasi website “Sistem Informasi Prestasi Madrasah Jawa Timur (Si Presma), Buku Panduan Madrasah Unggul, Buku Panduan Gema Berbaris, dan Buku Inovasi Menggapai Prestasi yang merupakan karya Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Jawa Timur. ***





