74 persen kabupaten/kota di Indonesia belum memiliki bioskop. Ekraf menggandeng Indobox Cinema menghadirkan solusi bioskop modular yang lebih murah dan cepat dibangun.
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya mendorong pengembangan bioskop modular atau micro-cinema. Konsep ini digagas untuk memperluas distribusi film nasional sekaligus menggerakkan ekonomi kreatif di daerah.
Riefky menyampaikan hal itu saat menerima audiensi PT Indobox Cinematic Buana (Indobox Cinema) di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Kamis, 23 Juli 2026.
“Ini menjadi satu semangat dengan Indobox Cinema yang saling menyadari bahwa lumbung-lumbung ekonomi kreatif banyak tersebar sehingga masyarakat di berbagai daerah memiliki kesempatan sama untuk menikmati karya sineas Indonesia,” kata Riefky.
Ketimpangan Akses Bioskop
Kementerian Ekraf mencatat sekitar 74 persen kabupaten dan kota di Indonesia belum memiliki bioskop. Baru sekitar 26 persen daerah yang memiliki fasilitas pemutaran film.
Ketimpangan ini turut diperparah oleh konsentrasi layar bioskop yang selama ini menumpuk di Pulau Jawa, menurut sejumlah catatan pemangku kepentingan industri perfilman nasional.
Investasi Lebih Murah, Pembangunan Lebih Cepat
Bioskop modular dirancang menggunakan bangunan yang lebih sederhana. Kebutuhan investasinya lebih efisien, waktu pembangunannya singkat, dan harga tiketnya lebih terjangkau dibanding bioskop konvensional.
Komisaris Utama PT Indobox Cinematic Buana Budi Yulianto menyambut kolaborasi ini sebagai peluang memperluas akses hiburan sekaligus distribusi film ke berbagai daerah.
Kementerian Ekraf menyatakan siap menjembatani komunikasi dengan pemerintah daerah agar aset atau lahan publik yang belum dimanfaatkan dapat digunakan sebagai lokasi bioskop modular. Fasilitas itu juga diproyeksikan menjadi ruang distribusi resmi bagi film independen, dokumenter, dan film daerah.
Sejumlah aspek teknis, seperti jumlah unit tahap awal, daerah prioritas, nilai investasi per unit, dan target waktu implementasi, belum dijelaskan lebih lanjut oleh Kementerian Ekraf maupun Indobox Cinema.


