3.645 SMA Sederajat di Jatim Rawan Bencana, Baru 2 Persen Sekolah Dapat Pelatihan SPAB

SMA di Jatim Rawan Bencana
Training of Facilitator (TOF) bagi Satuan Pendidikan Aman Bencana. - Humas BPBD Jatim

Sebanyak 3.645 sekolah SMA sederajat di Jawa Timur masuk kategori rawan bencana. Angka tersebut mencapai 89,2 persen dari total 4.088 SMA sederajat di provinsi ini.

Meski tingkat kerawanan sangat tinggi, pelaksanaan program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) masih terbatas. Hingga kini, baru sekitar 95 sekolah atau 2 persen yang telah memperoleh pelatihan kebencanaan.

Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto, mengatakan percepatan pelaksanaan SPAB menjadi kebutuhan mendesak agar sekolah memiliki kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana.

“Saat ini masih banyak sekolah yang memiliki kerawanan tinggi bencana namun belum mendapat pelatihan SPAB. Hanya dua persen atau sekitar 95 sekolah yang sudah mendapat pelatihan SPAB,” kata Gatot, Rabu (8/7/2026).

Bacaan Lainnya

BPBD Jatim menggelar pelatihan SPAB bagi guru SMA, SMK, dan MA bekerja sama dengan Ikatan Guru Indonesia (IGI) Jawa Timur. Program ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas tenaga pendidik agar mampu menerapkan budaya sadar bencana di lingkungan sekolah.

Menurut Gatot, pengetahuan yang diperoleh peserta diharapkan tidak hanya diterapkan di sekolah masing-masing, tetapi juga disebarluaskan kepada guru jenjang SD dan SMP.

“Harapannya ilmu yang diperoleh dalam pelatihan ini tidak berhenti di SMA, SMK, dan MA saja, tetapi juga dapat ditularkan kepada guru-guru SD maupun SMP sehingga budaya tanggap bencana dapat tumbuh sejak dini di lingkungan satuan pendidikan,” ujarnya.

Ketua IGI Jawa Timur, Sukari, menilai peningkatan kapasitas guru menjadi langkah strategis untuk membangun sekolah yang aman dan tangguh terhadap bencana.

“Dengan bekal materi kebencanaan yang diberikan, saya yakin ini akan turut mewujudkan percepatan ketangguhan sekolah yang tujuan akhirnya akan menciptakan kondisi satuan pendidikan yang aman dan nyaman,” katanya.

Selama pelatihan, peserta memperoleh materi mengenai kebijakan dan peta jalan SPAB, Kajian Risiko Bencana Partisipatif (KRBP), pembentukan Tim Siaga Sekolah, Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD), hingga simulasi penanganan bencana.

Program SPAB diharapkan mampu mempercepat terbentuknya budaya kesiapsiagaan di lingkungan pendidikan sehingga risiko korban saat terjadi bencana dapat ditekan melalui peningkatan kapasitas guru, siswa, dan seluruh warga sekolah.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan