Inovasi deodoran berbahan dasar tawas lokal yang mengusung pendekatan aroma modern sebagai strategi meningkatkan daya saing produk alami di pasar deodoran.
Kebutuhan masyarakat akan produk penghilang bau badan yang aman dan nyaman digunakan terus meningkat. Terutama di tengah aktivitas yang padat dan cuaca panas di perkotaan.
Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) mengembangkan deodoran yang diberi nama Deorans. Inovasi ini berbahan dasar tawas lokal yang mengusung pendekatan aroma modern sebagai strategi meningkatkan daya saing produk alami di pasar deodoran.
Mahasiswa Unair yang mengembangkan Deorans terdiri dari Raihan Syah Rafi’, Muhammad Fayyadh, Revanza Gammastyan, Daphni Najwa Halafendi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), serta Salwa Dwi Putri Arditiya dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Melalui inovasi tersebut, mereka berhasil lolos pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) pada kategori Manufaktur dan Teknologi Terapan.
Raihan selaku ketua tim menjelaskan bahwa Deorans lahir dari keresahan terhadap penggunaan deodoran yang sering menimbulkan iritasi pada sebagian pengguna. Menurutnya, kandungan alkohol dalam beberapa produk deodoran dapat memicu kemerahan dan rasa tidak nyaman, terutama bagi pemilik kulit sensitif.
“Kami berusaha menghadirkan deodoran alternatif yang lebih aman tanpa mengurangi fungsinya sebagai penghilang bau badan,” ujarnya, Jumat (3/7/2026).
Dalam pengembangannya, tim memilih tawas sebagai bahan utama karena memiliki sifat antimikroba yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri penyebab bau badan. Khususnya Staphylococcus sp. Selain itu, tawas juga memiliki sifat astringen yang membantu mengurangi produksi keringat berlebih tanpa menghambat kerja kelenjar keringat secara berlebih.
Raihan menambahkan bahwa Deorans tidak hanya berfokus pada fungsi penghilang bau badan semata. Produk tersebut juga mengusung pendekatan aroma modern melalui berbagai pilihan varian, seperti kopi, stroberi, dan bubblegum.





