Saat koperasi dibangun jauh dari warga, yang lebih dulu didekatkan justru kalkulator: kurang dari 10 titik dari 30 ribu proyek, kata Menteri Koperasi Ferry Juliantono.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono memilih menjawab sorotan lokasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dengan angka. Dari sekitar 30 ribu bangunan yang sedang dibangun, ia menyebut lokasi yang dipersoalkan warga dan viral di media sosial jumlahnya kurang dari 10 titik.
Angka itu dipakai untuk menegaskan bahwa koperasi yang berdiri dekat pemakaman, di atas bukit, atau di tengah tambak bukan wajah utama proyek Kopdes Merah Putih. Namun, bagi warga yang harus menempuh jalan tanah untuk menuju bangunan koperasi, satu lokasi yang sulit dijangkau tetap bukan perkara kecil.
“Saya sudah hitung dari semua masukan masyarakat atau yang ada di sosial media, jumlahnya kurang dari 10 dari 30.000 yang sedang dibangun,” kata Ferry di Kementerian Koperasi, Jakarta, Kamis, 2 Juli 2026.
Pernyataan itu muncul setelah sejumlah video memperlihatkan bangunan Kopdes berdiri di lokasi yang memancing pertanyaan sederhana: koperasi ini dibangun untuk warga desa, atau warga desa yang harus menyesuaikan diri mencari koperasi?
Salah satu lokasi yang ramai dibicarakan berada di Desa Langgenharjo, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Bangunan Kopdes berdiri di sekitar tambak dan embung desa, berjarak sekitar 150 hingga 300 meter dari permukiman. Aksesnya masih melalui jalan tanah.
Pemerintah desa setempat menyatakan penentuan lokasi tersebut telah dibahas melalui musyawarah desa. Awalnya, bangunan direncanakan berdiri di lapangan voli. Warga kemudian meminta lapangan itu tetap dipertahankan sebagai fasilitas umum, sehingga lokasi pembangunan dipindahkan ke titik yang kini menjadi bahan perbincangan.
Yang Dipersoalkan Bukan Sekadar Jumlah
Masalahnya bukan hanya berapa titik yang viral. Koperasi desa dirancang menjadi tempat warga menyimpan, menjual, membeli, dan mengelola kegiatan ekonomi. Ia seharusnya berada di jalur aktivitas warga, bukan menjadi tujuan perjalanan tersendiri.





