Polda Jawa Timur berhasil mengungkap 3.157 kasus tindak pidana narkoba sepanjang Januari hingga Juni 2026. Sebanyak 4.061 tersangka ditangkap dan ratusan kilogram narkotika serta obat keras berbahaya berhasil disita.
Direktorat Reserse Narkoba Polda Jatim bersama Polres jajaran terus gencar memberantas peredaran gelap narkoba. Selama enam bulan pertama tahun 2026, pihaknya mengungkap 3.157 kasus dengan 4.061 tersangka yang diamankan.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast menegaskan komitmen Polda Jatim dalam memberantas narkoba. Upaya ini dilakukan untuk melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, serta menjaga keamanan dan ketertiban di Jawa Timur.
Sementara itu, Direktur Reserse Narkoba Polda Jatim Kombes Pol Muhammad Kurniawan memaparkan rincian barang bukti yang disita. Dalam periode tersebut, polisi berhasil menyita 85,66 kilogram sabu, 82,44 kilogram ganja dan 53 batang tanaman ganja, 60.989 butir ekstasi serta 234,99 gram ekstasi bubuk, 22,226 kilogram kokain, 10,38 kilogram ketamin, dan 3.653.382 butir obat keras berbahaya.
“Dari data hasil pengungkapan tersebut, jumlah kasus pada semester I tahun 2026 mengalami peningkatan sebesar 4,54 persen dibanding semester I tahun 2025. Sementara jumlah tersangka juga meningkat sebesar 4,91 persen,” ungkap Kombes Pol Muhammad Kurniawan.
Ia menambahkan, barang bukti yang diamankan diperkirakan telah menyelamatkan sekitar 2,79 juta jiwa dari ancaman penyalahgunaan narkotika. Pemusnahan barang bukti dari empat kasus menonjol juga dilakukan, meliputi 33,346 kilogram sabu dan 38,995 kilogram ganja.
Jatim Jadi Pasar Besar Narkotika
Kombes Pol Muhammad Kurniawan menegaskan Jawa Timur masih menjadi salah satu pasar utama peredaran narkotika, baik oleh jaringan lokal maupun internasional. Pihaknya akan terus meningkatkan upaya penegakan hukum dan pencegahan secara berkelanjutan.
Polda Jatim mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif. Masyarakat diminta memberikan informasi jika mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan atau peredaran gelap narkotika di lingkungan sekitar.***





