Mahasiswa ITS Bangun Peta Digital Kawasan Rawan Pelecehan di Kampus

ITSafe
Ketua Satgas PPK ITS Prida Novarita Trisanti ST MT (kiri) bersama dua anggota tim pengembang ITSafe Josephine Novellia (tengah) dan Duta Satrio Wibowo menunjukkan tampilan laman ITSafe. - Humas ITS
ITSafe, sistem WebGIS buatan mahasiswa Geomatika ITS, memungkinkan siapa saja melaporkan area rawan pelecehan secara anonim — hasilnya langsung terpetakan secara spasial.

Mahasiswa Departemen Teknik Geomatika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) meluncurkan sistem WebGIS bernama ITSafe — platform pelaporan dan pemetaan area rawan tindak asusila di lingkungan kampus, dikutip Jumat (15/5/2026).

Sistem ini dibangun oleh kelompok 7 Kemah Kerja Geomatika ITS yang beranggotakan Josephine Novellia A, Duta Satrio Wibowo, Muhammad Farid Farhan, Farrel Valentino Y, dan Ananda Adellia. ITSafe dikembangkan berkolaborasi dengan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK) ITS.

Ketua Satgas PPK ITS, Prida Novarita Trisanti ST MT, menyebut sistem ini akan membantu pihak kampus memetakan titik-titik yang kekurangan fasilitas keamanan.

Bacaan Lainnya

“Melalui ITSafe ini, kami dari pihak kampus akan terbantu dalam memahami area yang dirasa masih kurang fasilitas CCTV, penerangan, hingga patroli dari satuan keamanan,” ujar Prida, dikutip Jumat (15/5/2026).

Laporan Anonim, Hasil Terpetakan

Pelapor tidak perlu mencantumkan identitas diri. Cukup mengisi surel untuk umpan balik otomatis, peran, dan jenis kelamin — lalu menandai titik lokasi beserta kondisi area yang dianggap rawan. Kronologi kejadian diisi di bagian akhir formulir.

Setelah diverifikasi tim, laporan ditampilkan pada fitur Peta Persebaran yang dapat diakses publik. Peta ini menampilkan area berpotensi rawan, kondisi fisik lokasi, dan tingkat konsentrasi kerawanan.

Anggota tim, Duta Satrio Wibowo, menjelaskan bahwa sistem menggunakan visualisasi heatmap untuk menggambarkan intensitas kerawanan berdasarkan skor yang diberikan pelapor.

“Visualisasi heatmap digunakan untuk menunjukkan area yang memiliki intensitas kerawanan lebih tinggi dibandingkan dengan area lainnya berdasarkan persepsi pelapor,” papar Duta.

Laporan yang memerlukan pendampingan akan diteruskan ke Satgas PPK ITS untuk ditindaklanjuti. Prida menegaskan ITS berkomitmen mengawal setiap data yang masuk agar berjalan sesuai tujuan utamanya.***

Pos terkait