Iran Desak AS Turunkan Tuntutan Damai

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei. - AFP
Iran meminta AS meninggalkan tuntutan berlebihan dalam negosiasi damai, sementara krisis Selat Hormuz masih menekan jalur energi global.

Pemerintah Iran meminta Amerika Serikat menurunkan tuntutan dalam proses negosiasi untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung sekitar dua bulan terakhir.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan prioritas Teheran saat ini adalah menghentikan perang. Ia meminta Washington mengambil pendekatan lebih masuk akal dalam perundingan.

Dikutip dari Times of Israel, Baghaei menyebut AS harus meninggalkan tuntutan berlebihan terhadap Iran jika ingin membuka jalan bagi penyelesaian konflik.

Bacaan Lainnya

Desakan itu muncul setelah Washington merespons proposal 14 poin yang diajukan Iran melalui mediator Pakistan. Teheran menilai respons AS masih sulit diterima karena memuat tuntutan yang dianggap tidak realistis.

Negosiasi Masih Buntu

Pakistan sebelumnya menjadi mediator dalam upaya meredakan perang AS-Iran. Islamabad ikut menengahi gencatan senjata yang diumumkan pada 8 April 2026 waktu kawasan.

Namun, perundingan lanjutan belum menghasilkan kesepakatan permanen. Isu yang masih mengganjal tidak hanya menyangkut penghentian perang, tetapi juga pembukaan Selat Hormuz, sanksi, kehadiran militer AS, serta jaminan keamanan kawasan.

Krisis Selat Hormuz menjadi titik paling sensitif dalam konflik ini. Jalur sempit tersebut merupakan salah satu rute energi terpenting dunia karena menjadi lintasan sekitar seperlima perdagangan minyak dan gas global pada masa normal.

Iran membatasi pelayaran di Selat Hormuz setelah AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Washington kemudian membalas dengan blokade laut terhadap kapal yang menuju atau keluar dari pelabuhan Iran.

Trump Nilai Proposal Iran Belum Dapat Diterima

Presiden AS Donald Trump menilai proposal terbaru Iran belum memenuhi syarat Washington. Ia menyebut usulan Teheran tidak dapat diterima karena belum menjawab kepentingan keamanan AS dan sekutunya.

Dikutip dari Reuters, proposal Iran yang sejauh ini ditolak Trump mencakup pembukaan kembali pelayaran di Selat Hormuz dan penghentian blokade AS terhadap Iran, sementara pembicaraan mengenai program nuklir akan dibahas kemudian.

Pos terkait