Pemkot Surabaya tambah 1.800 tongbin dan evaluasi 38 TPS protokol untuk cegah sampah meluber dan antrean gerobak.
Pemkot Surabaya mempercepat pembenahan Tempat Penampungan Sementara (TPS) dengan pengadaan 1.800 tongbin baru dan evaluasi TPS di jalan protokol guna mencegah penumpukan sampah. Langkah ini diambil setelah banyak tongbin di berbagai TPS mengalami kerusakan sehingga kapasitas tampung berkurang dan memicu antrean gerobak.
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya, M Fikser, menyebut kondisi tongbin saat ini sudah tidak layak pakai. “Banyak yang rusak dan pecah, sehingga jumlahnya berkurang,” ujarnya, Jumat (17/4/2026). Akibatnya, sejumlah TPS mengalami penurunan kapasitas hingga setengah dari kondisi normal. Tongbin pengganti dijadwalkan mulai datang pada akhir April 2026.
Kapasitas TPS Dipulihkan
Penambahan 1.800 tongbin ditargetkan mengembalikan kapasitas TPS sekaligus menata sistem pengelolaan sampah lebih tertib. DLH juga menerapkan standar operasional baru, mulai dari penutupan tongbin saat penuh hingga penyemprotan area TPS.
Instruksi ini merupakan bagian dari arahan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, untuk menjaga kebersihan lingkungan. Selain itu, terdapat 38 TPS di jalan protokol yang menjadi perhatian utama karena rawan terjadi penumpukan.
Frekuensi Angkut Ditambah
Sebagai solusi, DLH akan meningkatkan frekuensi pengangkutan sampah, terutama di TPS dengan lahan terbatas. “Kalau sebelumnya satu kali, akan kita tambah jadi dua kali sehari,” jelas Fikser.
Pengawasan juga diperketat dengan menempatkan petugas jaga di setiap TPS untuk memantau kondisi secara langsung. Petugas diwajibkan membuat laporan berkala. Jika tidak, akan diberikan pembinaan hingga sanksi. Di sisi lain, DLH juga menyiapkan penyemprotan eco enzyme untuk mengurangi bau dan menjaga kebersihan selama jeda pengangkutan.
“Prinsipnya tidak boleh ada sampah yang meluber ke jalan,” tegas Fikser.
Evaluasi TPS akan terus dilakukan secara berkala, termasuk menindaklanjuti laporan masyarakat guna memastikan pengelolaan sampah berjalan optimal.***





