Tak semua mahasiswa bisa mudik saat Idulfitri. Di Surabaya, seorang mahasiswa Unair memilih bertahan dan menemukan makna baru tentang rumah, rindu, dan kebersamaan di tanah rantau.
Bagi mahasiswa perantau, momen Idulfitri merupakan hal yang paling dinanti untuk kembali ke kampung halaman dan merasakan hangatnya silaturahmi dengan keluarga. Namun, berbeda dengan mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) asal Aceh, Wira Dharma Alrasyid, yang pada momen Lebaran ini memutuskan untuk tidak pulang ke rumah.
Meski ini adalah tahun pertamanya sebagai mahasiswa di Surabaya, keputusan tersebut telah ia pikirkan secara matang.
“Iya, aku tidak pulang karena kebetulan keluarga juga sedang di Jakarta sekarang. Namun, walaupun keluarga sedang di Aceh, aku tetap tidak pulang karena liburnya sebentar sekali dari universitas,” ujar Wira, Minggu (22/3/2026).
Pertimbangan Biaya dan Waktu
Selain faktor waktu, lonjakan harga tiket pesawat pada masa Lebaran membuatnya memilih untuk menghemat biaya sekaligus mencari pengalaman baru di perantauan.
Bagi Wira, menikmati Idulfitri tanpa keluarga tentu memberikan kesan berbeda. Jika biasanya ia selalu memasak menu kesukaan keluarganya, kini ia harus beradaptasi dan menciptakan rasa nyaman agar tetap bisa menemukan makna “rumah” di tanah rantau.
“Setidaknya masih ada hal-hal yang bisa membuat aku nyaman, entah itu Lebaran dengan teman-teman di Surabaya atau yang lain,” tambahnya.
Mahasiswa Ilmu Komunikasi ini beranggapan bahwa sebagai mahasiswa perantau, ia harus siap menghadapi segala kemungkinan dan kejutan dalam kehidupan.
Merayakan Lebaran di Tanah Rantau
Untuk mengisi waktu Lebaran, Wira melaksanakan salat Id di masjid Unair. Tak hanya di Surabaya, ia juga berkunjung ke Malang untuk bersilaturahmi dengan kerabat dan teman-temannya.
Meskipun antusias menyambut Idulfitri di Surabaya, Wira tidak menyangkal bahwa banyak hal yang ingin ia lakukan seperti saat di kampung halaman, salah satunya membuat kue di bulan Ramadan. Ia mengaku sebagai sosok yang paling terampil dalam membuat kue kering dan bolu di keluarganya.





