Di tengah perang yang memasuki pekan keempat, Iran menerapkan kebijakan blokade selektif di Selat Hormuz. Tidak semua negara mendapat izin melintas. Jepang menjadi salah satu yang diizinkan, sementara negara-negara yang dianggap musuh tetap dilarang.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, dalam wawancara dengan Kyodo News, Jumat (20/3/2026), menegaskan Selat Hormuz tidak sepenuhnya ditutup.
“Kami tidak menutup selat tersebut. Menurut kami, selat itu terbuka. Selat ini hanya ditutup untuk kapal-kapal milik musuh kami, negara-negara yang menyerang kami. Untuk negara-negara lain, kapal dapat melintasi selat ini,” ujarnya.
Negara yang Diizinkan: Jepang, Hasil Diplomasi
Keputusan mengizinkan kapal Jepang melintas merupakan hasil diplomasi intensif. Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi melakukan panggilan telepon dengan Araghchi pada Selasa (17/3/2026), di mana Tokyo menyampaikan kekhawatiran atas banyaknya kapal Jepang yang terdampar di Teluk.
Bagi Jepang, pembukaan ini sangat krusial. Negeri Sakura tersebut bersumber lebih dari 90 persen impor minyak mentah dari Timur Tengah dan sangat bergantung pada ekspor yang melintasi Selat Hormuz.
Negara Lain yang Sedang Melobi
Sejumlah negara, termasuk sekutu AS, mulai melobi Teheran untuk mendapatkan izin serupa. Prancis, Jerman, Italia, Belanda, Inggris, dan Jepang pada awal pekan ini mengeluarkan pernyataan bersama yang menyatakan “kesiapan mereka untuk berkontribusi pada upaya yang tepat guna memastikan pelayaran yang aman melalui Selat tersebut”.
Selain itu, Irak, Malaysia, China, India, dan Pakistan dilaporkan telah mengadakan pembicaraan langsung dengan Teheran untuk membahas masalah ini. Namun hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari Iran mengenai izin bagi negara-negara tersebut.
Koridor Aman Dekat Pantai Iran
Menurut laporan Lloyd’s List, layanan informasi pelayaran dan maritim, setidaknya 10 kapal telah melintasi selat dalam beberapa hari terakhir dengan berlayar mendekati garis pantai Iran—sebuah rute yang mulai dianggap sebagai “koridor aman” (safe corridor) untuk pelayaran.





