Gamis shimmer mulai ditinggalkan. Gen Z kini melirik cheongsam longgar dan paduan hijab elegan sebagai tren Lebaran 2026.
Menjelang Idul Fitri 2026, tren busana muslim kembali bergerak dinamis. Jika beberapa tahun terakhir gamis shimmer atau abaya minimalis mendominasi pasar, kini perhatian generasi muda justru tertuju pada satu model unik: baju Lebaran cheongsam. Busana yang identik dengan budaya Tionghoa ini tampil dengan wajah baru. Para desainer merancangnya lebih longgar, elegan, dan pastinya ramah hijab.
Menariknya, Gen Z mulai ramai membicarakan tagar seputar cheongsam modest wear di platform media sosial seperti TikTok dan Instagram. Lantas, bagaimana busana klasik oriental ini bisa merebut hati kaum muda sekaligus dipadukan dengan hijab secara anggun?
Transformasi Busana Tradisional Menjadi Modest Fashion
Masyarakat dunia mengenal cheongsam atau qipao sebagai pakaian tradisional perempuan Tionghoa. Ciri khasnya terletak pada kerah tegak (mandarin collar), kancing simpul (pankou), dan siluet lurus yang mengikuti lekuk tubuh. Buku Chinese Clothing karya Hua Mei mencatat bahwa cheongsam mulai populer pada awal abad ke-20 di Shanghai sebagai simbol keanggunan perempuan modern.
Namun, para pelaku industri modest fashion di Indonesia mengadaptasi desain ini agar sesuai dengan syariat. Mereka mengubah potongan ketat menjadi lebih longgar, memperpanjang ukuran hingga mata kaki, dan menghilangkan belahan samping yang tinggi.
Transformasi ini sejalan dengan pandangan Reina Lewis dalam buku Modest Fashion: Styling Bodies, Mediating Faith. Ia menyebutkan bahwa modest fashion mewakili bentuk negosiasi antara nilai agama, identitas budaya, dan tren global. Baju Lebaran cheongsam 2026 menjadi contoh konkret dari pertemuan ketiga unsur tersebut, terutama bagi Gen Z yang gemar bereksperimen dengan gaya lintas budaya namun tetap menjunjung nilai kesopanan.
Enam Model Cheongsam Lebaran 2026 dan Gaya Hijabnya
Memilih gaya hijab yang tepat sangat penting agar pesona kerah shanghai khas cheongsam tetap menonjol tanpa mengorbankan prinsip syar’i. Berikut enam model yang merajai pasar tahun ini beserta panduan styling-nya:
1. Maxi Dress A-Line dengan Pashmina Silk Clean Look

Siluet yang melebar dari pinggang ke bawah membuat model ini sangat laku. Desainer tetap mempertahankan kerah shanghai, namun membuang belahan tinggi. Agar kerah tetap terlihat rapi, padukan dengan pashmina berbahan silk atau satin premium. Kenakan ciput ninja agar leher tertutup sempurna, lalu tarik kedua ujung pashmina ke belakang leher dan ikat rapi. Gaya clean look ini membuat leher terlihat lebih jenjang.
2. Layering Outer Transparan dan Hijab Segi Empat Polos

Gaya tumpuk atau layering memadukan gaun polos berlengan panjang dengan luaran brokat atau organza bermotif oriental. Karena luaran sudah kaya tekstur, redam kesan berlebihan dengan hijab segi empat polos berbahan voal. Sematkan jarum di bawah dagu, lalu tarik kedua ujungnya ke belakang leher. Anda juga bisa memasukkan ujung hijab ke dalam kerah baju bagian dalam agar tampilan lebih ringkas.
3. Tunik dan Celana Palazzo dengan Pashmina Flowy

Bagi yang menginginkan gaya santai, setelan tunik panjang dan celana palazzo berbahan satin premium adalah opsi terbaik. Gaya hijab yang sedikit longgar sangat cocok mengimbangi siluet celana lebar ini. Gunakan pashmina ceruty, sematkan di dagu, lalu sampirkan satu ujung panjangnya ke bahu berlawanan. Biarkan kain menjuntai menutupi dada secara asimetris untuk kesan effortless.
4. Bordir Minimalis berpadu Hijab Satin Senada

Tren 2026 perlahan meninggalkan motif ramai dan fokus pada detail bordir kecil di area bahu atau pergelangan tangan, seperti warna hitam beraksen emas. Terapkan trik color-blocking ringan dengan menyamakan warna hijab satin dan warna benang bordir (misalnya hijab emas lembut untuk cheongsam hitam). Tata sederhana agar fokus mata tetap tertuju pada kemewahan bordir.
5. Sentuhan Pastel Floral dengan Gaya Hijab ala Malaysia

Nuansa dusty pink, lilac, hingga baby blue bermotif bunga lembut sukses memberikan sentuhan feminin. Hindari hijab bermotif agar penampilan tidak bertabrakan. Pilih pashmina berbahan sifon ringan dan terapkan gaya hijab ala Malaysia yang dililit longgar untuk membingkai wajah. Tarik sisa kain ke depan dada agar jatuh secara natural menyempurnakan kelembutan busana pastel Anda.
6. Setelan Atasan dan Rok Plisket bersanding Hijab Syar’i ber-Bros

Kombinasi atasan semi-longgar dan rok plisket sangat Gen Z minati karena praktis. Atasan ini biasanya memiliki deretan kancing simpul di dada. Kenakan hijab segi empat lebar, sematkan di bawah dagu, lalu tarik satu sisi kain ke arah bahu berlawanan. Kunci lipatan tersebut menggunakan bros kecil berdesain senada dengan kancing cheongsam.
Tampil Elegan dan Tetap Syar’i
Walaupun mengadopsi gaya oriental, prinsip utama busana muslim tetap menjadi prioritas. Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam buku Shahih Fiqh Wanita mengingatkan bahwa pakaian muslimah haruslah longgar, tidak transparan, dan tidak menyerupai pakaian yang membuka aurat. Agar tetap syar’i saat mengenakan cheongsam, perhatikan hal berikut:
- Pilih potongan A-line atau loose fit yang tidak menonjolkan lekuk tubuh.
- Hindari busana yang memiliki belahan samping tinggi.
- Gunakan bahan kain yang tebal atau tidak menerawang.
- Padukan dengan hijab polos untuk menyeimbangkan detail pakaian.
- Periksa bagian kerah agar tidak terlalu sempit, sehingga tetap nyaman bernapas.
Antara Tradisi dan Identitas
Tren baju Lebaran cheongsam 2026 membuktikan bahwa fashion muslim terus berkembang dinamis tanpa mengorbankan nilai-nilai dasar. Pilihan busana ini bukan sekadar ikut-ikutan tren, melainkan sebuah bentuk dialog manis antara budaya, agama, dan selera generasi muda.
Di tengah banyaknya opsi busana Idul Fitri, cheongsam bergaya modest menawarkan garis tegas yang anggun serta potongan longgar yang syar’i. Sambut hari kemenangan tahun ini dengan sentuhan kebaruan yang elegan, sopan, dan pastinya relevan dengan zaman.***





