Puisi Allama Hasanzadeh Amoli viral usai syahidnya Imam Khamenei. Puisi itu memprediksi kejadian ini sebagai tanda hadirnya Imam Mahdi.
Tensi di Timur Tengah mencapai titik didih menyusul serangan militer skala besar Amerika Serikat dan Israel ke jantung Teheran pada akhir Februari 2026 lalu. Serangan tersebut secara tragis menggugurkan Pemimpin Agung Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Di tengah kabut duka dan eskalasi perang yang terus meluas ke berbagai penjuru kawasan, publik justru tersentak oleh kemunculan sebuah karya sastra lawas.
Haj Esmaeil Mansouri baru-baru ini mempublikasikan bait-bait puitis karya mendiang ulama besar, Allama Hassanzadeh Amoli. Secara mengejutkan, puisi tersebut meramalkan peristiwa bersejarah ini secara spesifik sejak dua dekade silam.
Keakuratan teks itu seketika memicu perbincangan hangat. Pasalnya, Allama Hassanzadeh menuliskan karyanya sekitar 20 tahun lalu, dan secara eksplisit menyebutkan rentang waktu “dua puluh tahun lagi” bagi sang pemimpin untuk menemui syahidnya melalui serangan bom musuh.
Lebih jauh, sang ulama mengaitkan tragedi berdarah ini sebagai gerbang pembuka bagi kemunculan Al-Mahdi, sosok juru selamat akhir zaman yang seluruh umat Islam nantikan. Berikut adalah kutipan terjemahan dari puisi fenomenal yang kini mengguncang jagat maya:
”Dua puluh tahun lagi, secara tiba-tiba,
Dari sini ia akan menjadi penghuni langit.
Pada akhirnya ia akan bersimbah darah,
Dan dunia akan terguncang oleh kepergiannya.
Tubuhnya yang lemah akan tercabik-cabik,
Oleh bom musuh Zionis yang hina.
Namun darahnya adalah kabar gembira tentang kemunculan,
Sebuah kehadiran di dalam kehadiran, di dalam kehadiran.
Tabir dari wajah Mahdi akan tersingkap,
Dan ia akan melantunkan lagu kemenangan dan kegembiraan.
Ia akan menyembuhkan luka dunia,
Seluruh luka yang tampak maupun yang tersembunyi.
Ambillah pena dan tuliskan kisah ini,
Katakan bahwa Hassan-Zadeh telah meriwayatkannya.
Jangan anggap ini sekadar karangan, karena ini adalah rahasia tersembunyi,
Yang suatu hari akan menjadi kata-kata yang dikenal dunia.”





