ITS bersama Indosat, Nokia, dan NVIDIA meluncurkan RoboDog, robot anjing otonom berbasis AI dan jaringan 5G yang dapat dikendalikan dari jarak ribuan kilometer.
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menegaskan kapasitasnya dalam pengembangan robotika dan artificial intelligence (AI). Kali ini, ITS bersama Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), Nokia, dan NVIDIA memperkenalkan inovasi RoboDog, robot anjing otonom dengan kemampuan kendali dari jarak ribuan kilometer.
Sinergi empat institusi menjadi kunci terwujudnya inovasi tersebut. IOH memimpin pengembangan Artificial Intelligence Radio Access Network (AI-RAN), sementara Nokia menghadirkan infrastruktur jaringan 5G sebagai tulang punggung konektivitas.
Di sisi lain, NVIDIA mendukung komputasi berbasis graphics processing unit, sedangkan ITS mengintegrasikan seluruh teknologi tersebut ke dalam sistem robotika yang siap dioperasikan.
Mampu Memahami Perintah Suara
Perwakilan pengembang RoboDog ITS, Yuke Brilliant Hestiavin, memaparkan bahwa RoboDog dirancang mampu menerima perintah suara manusia sekaligus memahami konteks instruksi yang diberikan.
Selain itu, sensor kamera dan light detection and ranging (LiDAR) memungkinkan RoboDog membaca kondisi lingkungan secara real-time.
“Kemampuan ini dapat dikendalikan dalam jarak ribuan kilometer,” ungkap Yuke, Rabu (4/3/2026).
Dalam skenario demonstrasi, RoboDog yang berada di Surabaya, Indonesia, dapat menerima perintah suara dari pengguna di Barcelona, Spanyol, untuk memeriksa kondisi suatu lokasi, mendeteksi potensi bahaya, hingga memastikan tidak ada aktivitas mencurigakan.
Mahasiswa Departemen Teknik Komputer ITS tersebut menilai kemampuan robot memahami situasi di sekitarnya membuat RoboDog berpotensi diterapkan pada industri yang memiliki tingkat risiko tinggi bagi manusia.
AI-RAN Jadi Fondasi Sistem
Di balik kecanggihan teknologi tersebut, Vice President Head of Technology Strategy & Partnership Management IOH, Irwan Radius, menyebut AI-RAN sebagai fondasi utama sistem RoboDog.
Menurut dia, AI-RAN menghubungkan perintah jarak jauh dengan aksi robot melalui jaringan 5G.
“Teknologi ini memungkinkan sinkronisasi antara pusat pemantauan di Spanyol dan robot di Surabaya dengan jeda yang sangat rendah,” jelas Irwan.
Melalui pendekatan tersebut, kecerdasan buatan tidak lagi sepenuhnya diproses di server terpusat yang jauh, melainkan terintegrasi langsung pada infrastruktur jaringan 5G.
Dengan demikian, jaringan yang sebelumnya hanya berfungsi sebagai pengirim data kini juga dapat menjadi pusat pemrosesan komputasi berbasis AI.
“Arsitektur ini memungkinkan latensi ultra-rendah yang dibutuhkan untuk pengembangan AI berbentuk fisik seperti robotika dan drone otonom,” paparnya.
Akan Dipamerkan di Mobile World Congress 2026
Implementasi teknologi RoboDog rencananya akan dipamerkan dalam ajang Mobile World Congress 2026 yang digelar di Barcelona, Spanyol, pada Maret 2026 mendatang.
Irwan menilai partisipasi tersebut menjadi penegasan bahwa Indonesia tidak sekadar menjadi pasar bagi teknologi AI, tetapi juga mampu menciptakan inovasi di bidang tersebut.
“Semoga melalui forum internasional ini inovasi anak bangsa semakin mendapat ruang dan peluang kolaborasi di kancah global,” tuturnya.***





