ITS Sikat MIT, Barunastra Jadi Juara Dunia

Tim Barunastra ITS
Tim Barunastra ITS saat melakukan pengecekan dan penyesuaian sistem pada kapal Nala Ares Mark II di area kompetisi International RoboBoat Competition 2026, Florida, Amerika Serikat. - Humas ITS
Tim Barunastra ITS kembali raih Grand Champion IRC 2026 di AS.

Tim riset Barunastra dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menegaskan dominasinya di kancah global. Dalam ajang International RoboBoat Competition (IRC) 2026, mereka meraih predikat Grand Champion, setelah bersaing dengan puluhan universitas dunia.

Kompetisi digelar selama enam hari di Sarasota, Florida, Amerika Serikat, sejak Kamis (19/2/2026). Sebanyak 36 tim dari 10 negara ambil bagian dalam lomba kapal otonom tersebut.

Sapu Bersih Kategori Inti

Barunastra tampil impresif dengan menyapu kategori utama. Mereka meraih Juara 1 Autonomy Challenge, Juara 1 Design and Documentation, serta penghargaan Best Technical Design Report.

Bacaan Lainnya

Raihan itu menjadikan Barunastra sebagai satu-satunya tim yang menguasai kategori inti dalam kompetisi kapal otonom tingkat dunia tersebut.

Ajang IRC dikenal sebagai arena adu kecanggihan Autonomous Surface Vehicle (ASV), kapal tanpa awak yang dirancang bermanuver dan menyelesaikan misi secara mandiri.

Sejumlah kampus teknologi dunia seperti Massachusetts Institute of Technology, Queen’s University, dan Georgia Institute of Technology turut berpartisipasi.

Nala Ares Mark II dan Misi Pascabencana

Keberhasilan tim tidak lepas dari performa kapal prototipe Nala Ares Mark II. Kapal ini dirancang untuk menjawab tema kompetisi tahun ini, Storm Response: Technology in Action for Recovery and Relief.

Dalam Autonomy Challenge, kapal harus bermanuver mandiri di area simulasi pascabencana. Misi mencakup navigasi jalur evakuasi, menghindari puing berbahaya, hingga pengiriman logistik presisi tanpa kendali langsung manusia.

Selain performa operasional, kualitas dokumentasi desain turut menjadi perhatian dewan juri. Integrasi sistem navigasi cerdas, algoritma pengambilan keputusan adaptif, serta arsitektur perangkat lunak yang teruji menjadi fondasi penilaian.

Daya Saing Global Mahasiswa ITS

Dosen pembina Tim Barunastra ITS, Rudy Dikairono ST MT, menilai capaian tersebut membuktikan daya saing mahasiswa di level global.

Pos terkait