OJK Waspadai Tiga Dampak Serangan AS-Israel ke Iran bagi Keuangan RI

Pejabat Sementara Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi. - Tangkapan Layar Youtube OJK
OJK petakan tiga jalur transmisi risiko konflik Iran ke sektor keuangan nasional.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencermati dampak serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran terhadap stabilitas sektor jasa keuangan Indonesia.

Pejabat Sementara Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyebut ada tiga jalur transmisi yang perlu diantisipasi.

“Kita mencermati ada possible tiga transmission channel, pertama kenaikan harga minyak. Bagaimana penutupan Selat Hormuz kalau terjadi berkepanjangan, 30 persen supply dunia lewat situ,” ujar Friderica dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK, Selasa (3/3/2026).

Bacaan Lainnya

Ia menjelaskan, jalur distribusi energi global menjadi perhatian utama. Selain minyak, distribusi LNG juga berpotensi terdampak.

“Kemudian LNG juga jadi kita antisipasi terkait harga minyak ini akan meningkatkan inflasi global berpengaruh terhadap kebijakan bank sentral kita,” katanya.

Tekanan Pertumbuhan dan Persaingan Likuiditas

Friderica menambahkan, jalur kedua berkaitan dengan potensi pengetatan pertumbuhan ekonomi nasional.

OJK, kata dia, memantau kemungkinan meningkatnya persaingan dalam memperebutkan dana besar di tengah ketidakpastian global.

“Kedua, harus melihat bagaimana terhadap pengetatan pertumbuhan ekonomi kita, juga melihat bagaimana potensi persaingan untuk dana-dana besar ini dan makanya kita harus memastikan kesiapan dalam negeri supaya bisa menghadapi eksposur global,” ujarnya.

Ia menegaskan kesiapan domestik menjadi kunci untuk meredam dampak gejolak eksternal.

Ancaman Flight to Quality

Jalur ketiga adalah meningkatnya ketidakpastian pasar yang mendorong fenomena flight to quality, yakni perpindahan dana ke instrumen yang dianggap lebih aman.

“Kemudian, ketiga adalah peningkatan ketidakpastian flight to quality instrumen tadi sudah saya sampaikan kita melihat bagaimana pasar negara berkembang kita dituntut integritas, sekaligus tata kelola kredibel dan menarik aliran dana modal asing,” kata Friderica.

OJK memastikan akan terus mereformasi struktur sektor keuangan nasional. OJK bersama Self-Regulatory Organization (SRO) juga menyiapkan kebijakan antisipatif jika terjadi fluktuasi pasar.

Pos terkait