Puasa 14 Jam Picu Bau Mulut? Ini Tips Dokter Gigi

Kesehatan Gigi dan Mulut
Ilustrasi menggosok gigi. - Pixabay
Perubahan pola makan saat puasa bisa ganggu kesehatan gigi dan mulut.

Perubahan pola makan selama Ramadan berdampak langsung pada kesehatan gigi dan mulut. Durasi puasa di Indonesia yang mencapai 13–14 jam memicu penurunan produksi air liur dan perubahan metabolisme tubuh.

Aryo Sutowijoyo, dosen Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), mengingatkan pentingnya perawatan gigi selama berpuasa. Ia menjelaskan, bau mulut menjadi keluhan paling umum saat Ramadan.

“Bau mulut merupakan masalah kesehatan gigi dan mulut yang paling sering terjadi saat berpuasa. Penyebabnya karena pembakaran cadangan lemak di dalam tubuh dan produksi air liur yang menurun,” kata Aryo, Minggu (1/3/2026).

Bacaan Lainnya
Produksi Air Liur Menurun

Menurut Aryo, penurunan air liur membuat rongga mulut lebih kering. Kondisi ini memudahkan bakteri berkembang dan memicu bau tidak sedap.

Ia menyarankan menyikat gigi minimal dua menit setiap kali membersihkan gigi, terutama setelah sahur dan sebelum tidur.

“Untuk mengatasi bau mulut dapat dilakukan pembersihan gigi minimal selama dua menit dalam satu waktu,” ujarnya.

Cukupi Cairan dan Konsumsi Serat

Aryo juga menekankan pentingnya menjaga hidrasi. Ia menyarankan konsumsi setidaknya delapan gelas air putih di antara waktu berbuka hingga sahur.

“T ubuh yang terhidrasi dengan baik dapat membantu mengurangi risiko mulut kering saat sedang berpuasa,” tuturnya.

Selain itu, konsumsi buah dan sayur saat berbuka dinilai membantu menjaga keseimbangan pH rongga mulut. Kandungan serat dan air dalam buah serta sayuran dapat menekan kadar asam yang memicu bau mulut.

Penggunaan dental floss atau benang gigi juga dianjurkan untuk membersihkan sisa makanan di sela-sela gigi.

“Penggunaan alat bantu seperti dental floss untuk membersihkan sisa makanan yang tersangkut di sela-sela gigi dapat menurunkan kadar asam dalam rongga mulut,” jelasnya.

Periksa ke Dokter Gigi Sebelum Ramadan

Aryo menyarankan pemeriksaan gigi dilakukan sebelum Ramadan. Pemeriksaan dini memungkinkan deteksi gigi berlubang, penumpukan karang gigi, hingga kebutuhan penambalan.

Pos terkait