Meriah! Kya-Kya Chunjie Fest 2026 Surabaya Hadirkan Nuansa Pecinan

Kya-Kya Chunjie Fest 2026
Kya-Kya Chunjie Fest 2026 di Surabaya. - Diskominfo Surabaya
Kya-Kya Chunjie Fest dirancang sebagai perayaan Imlek yang menghadirkan pengalaman budaya yang otentik melalui beragam hiburan, pertunjukan seni, serta sajian kuliner khas pecinan di kawasan wisata pecinan Kembang Jepun.

Untuk memeriahkan perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, Kya-Kya Chunjie Fest 2026 digelar di kawasan Kya-Kya Kembang Jepun Surabaya hingga 16 Februari 2026.

Mengusung tema “Harmoni Cinta dan Budaya Pecinan di Surabaya”, festival ini berlangsung mulai pukul 18.00 hingga 22.00 WIB, dengan beragam pertunjukan budaya, kuliner khas, serta atraksi menarik yang sayang untuk dilewatkan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya, Herry Purwadi, mengatakan bahwa Kya-Kya Chunjie Fest dirancang sebagai perayaan Imlek yang menghadirkan pengalaman budaya yang otentik melalui beragam hiburan, pertunjukan seni, serta sajian kuliner khas pecinan di kawasan wisata pecinan Kembang Jepun.

Bacaan Lainnya

“Kami ingin menyajikan pengalaman Imlek yang otentik melalui kegiatan hiburan yang variatif. Selain itu, tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan kunjungan wisatawan serta mendorong peningkatan pendapatan UMKM di kawasan Kya-Kya Kembang Jepun, sekaligus menggerakkan roda ekonomi sektor pariwisata di sekitarnya,” ujar Herry, Minggu (15/2/2026).

Herry menjelaskan, rangkaian kegiatan dalam Kya-Kya Chunjie Fest 2026 selama festival berlangsung, pengunjung dapat menikmati berbagai pertunjukan kesenian Tionghoa, lebih dari 50 tenant kuliner khas pecinan, dan mini games berhadiah setiap hari.

“Seluruh tenant kuliner merupakan UMKM Surabaya, dan mayoritas performer berasal dari komunitas Tionghoa serta pelaku seni warga Surabaya. Ini menjadi bentuk kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan pelaku usaha lokal,” jelasnya.

Dampak ekonomi yang diharapkan antara lain peningkatan omzet harian UMKM di Kya-Kya Kembang Jepun, bertambahnya pendapatan tenaga kerja warga sekitar, termasuk pengemudi becak wisata, serta meningkatnya eksposur bagi pelaku usaha sektor pariwisata di kawasan tersebut.

Pos terkait