Waspada Virus Nipah, Begini Cara Cegahnya!

Virus Nipah
Kelelawar asal virus Nipah. - Pixabay
Pakar Unair ingatkan ancaman virus Nipah di Indonesia usai adanya temuan pada kelelawar. Meski belum ada kasus manusia, fatalitas tinggi hingga 80 persen menuntut kewaspadaan ekstra melalui gaya hidup sehat dan PHBS.

Dalam beberapa tahun terakhir, dunia kembali diingatkan akan ancaman penyakit zoonosis seperti COVID-19. Kini, temuan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap bukti keberadaan virus Nipah pada kelelawar di berbagai wilayah Indonesia.

Menanggapi hal ini, Ahli Kesehatan Masyarakat bidang Biostatistika Epidemiologi sekaligus Dosen Luar Biasa Universitas Airlangga (Unair) Dr Windhu Purnomo dr MS memberikan penjelasan mengenai tingkat keseriusan ancaman tersebut. Ia mengungkapkan, meski belum ada kasus pada manusia, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat tingginya angka fatalitas virus ini.

Virus Nipah
Ahli Kesehatan Masyarakat bidang Biostatistika Epidemiologi sekaligus Dosen Luar Biasa Universitas Airlangga (Unair) Dr Windhu Purnomo dr MS. – Humas Unair

“Jadi, kalau kita melihat secara epidemiologi, ya, belum ditemukan kasus virus Nipah di Indonesia. Sampai hari ini. Artinya pemerintah itu belum pernah mengumumkan bahwa ditemukan satupun kasus manusia di Indonesia yang terinfeksi. Tapi kita harus tahu bahwa meskipun di Indonesia belum ada, virus ini sudah ada sejak lama,” jelasnya, dikutip Sabtu (14/2/2026).

Bacaan Lainnya

Virus Nipah pertama kali ditemukan di Malaysia pada 1998 dan telah menyebabkan kasus di beberapa negara Asia Tenggara dan Asia Selatan. Windhu menyebutkan, pada survei nasional 2023-2024 menemukan material genetik (RNA) virus Nipah pada kelelawar buah (codot) di Indonesia.

Pos terkait