Waspada Virus Nipah, Begini Cara Cegahnya!

Virus Nipah
Kelelawar asal virus Nipah. - Pixabay

“Yang penting masyarakat diminta untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Ini nanti juga meningkatkan imunitas tubuh. Makanan cukup, istirahat cukup, jangan terlalu kelelahan. Jangan makan buah codotan dulu. Kan orang senang makan codotan. Kenapa? Karena mesti enak itu, manis. Jangan dulu. Pokoknya ada buah krowok jatuh itu sudah tidak usah dimakan. Ya, buang,” sebutnya.

Windhu juga menerangkan bahwa gejala infeksi virus Nipah mirip dengan flu biasa dan beberapa penyakit infeksi lain, seperti demam dan sakit biasa. Perbedaannya adalah kemampuannya yang menyebabkan ensefalitis (radang otak) yang berujung koma, hingga kematian. Belum adanya vaksin untuk virus ini, Windhu berpesan untuk melakukan deteksi dini dan pelaporan kasus secara cepat.

“Kalau sakit langsung ke dokter. Jangan dibiarkan saja sendiri. Puskesmas hingga rumah sakit harus bisa menangkap kasus-kasus dengan demam, dengan ispa berat, dengan encephalitis. Harus dimonitor terus, apakah ada peningkatan ensefalitis,” tuturnya.

Bacaan Lainnya

Dalam konteks akademik, Windhu juga menyoroti peran penting perguruan tinggi seperti Unair dalam mendukung pencegahan pandemi berikutnya.

“Peran perguruan tinggi itu menyetor bukti ilmiah, melakukan riset, dan edukasi kepada masyarakat. Prinsipnya melakukan riset dan pengabdian masyarakat, membantu komunikasi risiko. Ini tidak bisa dilakukan satu sektor saja, harus kolaborasi,” pesannya. ***

Pos terkait