Semeru Erupsi Lagi, Abu 900 Meter: Status Siaga, Warga Diminta Waspada

Semeru dilaporkan mengalami erupsi kembali. - Dok. Samudrafakta
Semeru kembali erupsi, kolom abu capai 900 meter, status masih Siaga.

Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali meningkat. Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu teramati erupsi pada Kamis (12/2/2026) dini hari dengan tinggi kolom abu mencapai ±900 meter di atas puncak.

Berdasarkan laporan resmi Pos Pengamatan Gunung Api Semeru, letusan terjadi sekitar pukul 00.10 WIB. Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal, condong ke arah tertentu mengikuti arah angin saat kejadian.

Status Masih Level III (Siaga)

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan status aktivitas Gunung Semeru masih berada pada Level III (Siaga).

Bacaan Lainnya

Dalam keterangan tertulis yang dirilis Kamis pagi (12/2/2026), PVMBG menegaskan masyarakat dilarang melakukan aktivitas dalam radius 13 kilometer dari puncak, khususnya di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan.

“Potensi bahaya berupa awan panas guguran dan aliran lahar masih dapat terjadi, terutama di sektor tenggara,” tulis PVMBG dalam laporan resminya.

Selain itu, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran material vulkanik.

Aktivitas Vulkanik Masih Intens

Data kegempaan menunjukkan aktivitas Semeru masih fluktuatif. Dalam beberapa hari terakhir, tercatat sejumlah gempa letusan, gempa embusan, dan gempa tektonik jauh.

PVMBG mencatat erupsi dengan tinggi kolom abu 900 meter bukan kali pertama terjadi dalam sepekan terakhir. Aktivitas letusan berulang menunjukkan suplai magma di kedalaman masih aktif.

Secara historis, Semeru dikenal sebagai gunung api bertipe letusan strombolian hingga vulkanian, dengan karakter erupsi yang relatif sering namun dalam skala bervariasi.

Imbauan untuk Warga Lumajang dan Sekitarnya

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Lumajang (BPBD) Lumajang mengimbau masyarakat tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan.

BPBD meminta warga yang tinggal di wilayah rawan bencana, khususnya di sepanjang aliran sungai berhulu di puncak Semeru, untuk:

  • Tidak beraktivitas di zona terlarang.
  • Menggunakan masker jika terjadi hujan abu.
  • Mengikuti informasi resmi dari PVMBG dan pemerintah daerah.
  • Segera mengungsi jika ada peringatan peningkatan status.

Hingga laporan ini diturunkan, belum ada informasi mengenai korban jiwa maupun kerusakan signifikan akibat erupsi terbaru tersebut.

Ancaman Sekunder: Lahar Saat Hujan

Selain awan panas guguran, potensi bahaya lain adalah lahar dingin saat terjadi hujan deras di kawasan puncak. Material vulkanik yang terakumulasi dapat terbawa aliran sungai dan mengancam permukiman di hilir.

Sejumlah jembatan dan jalur penghubung di kawasan Lumajang sebelumnya pernah terdampak aliran lahar dalam periode aktivitas tinggi Semeru.

PVMBG menekankan bahwa masyarakat perlu mewaspadai peningkatan debit air sungai yang berhulu di puncak gunung, terutama saat hujan intensitas tinggi.

Transportasi Udara dan Sebaran Abu

Hingga saat ini belum ada laporan gangguan signifikan terhadap penerbangan. Namun, abu vulkanik tetap berpotensi mengganggu jalur udara jika kolom erupsi meningkat atau arah angin berubah.

Otoritas penerbangan biasanya melakukan koordinasi dengan Badan Meteorologi dan PVMBG untuk memantau sebaran abu vulkanik secara real-time.

Riwayat Aktivitas

Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang ini memiliki ketinggian sekitar 3.676 meter di atas permukaan laut. Gunung ini dikenal sebagai salah satu gunung api paling aktif di Indonesia dengan siklus erupsi yang relatif sering.

Status Level III (Siaga) berarti terjadi peningkatan aktivitas yang signifikan, dan potensi erupsi dapat terjadi sewaktu-waktu dengan dampak yang lebih luas jika tekanan magma meningkat.

Pemerintah daerah dan otoritas vulkanologi terus melakukan pemantauan 24 jam. Masyarakat diminta menghindari spekulasi dan hanya merujuk pada informasi resmi guna menghindari kepanikan yang tidak perlu.***

Pos terkait